DAMAREMAS.COM, Kediri – Pemerintah Kabupaten Kediri memberangkatkan sebanyak 1.213 calon jamaah haji dari kawasan Simpang Lima Gumul. Ribuan jamaah yang tergabung dalam empat kelompok terbang (kloter) tersebut diberangkatkan secara bertahap menuju Tanah Suci.
Calon jamaah haji tertua, Marsiyah yang berusia 105 tahun dan tergabung dalam Kloter 112, diberangkatkan pada Rabu (20/5) siang. Sementara itu, tiga kloter lainnya telah diberangkatkan sehari sebelumnya.
Sebelum proses pemberangkatan Kloter 112, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau yang akrab disapa Mas Dhito, menyempatkan diri menyapa para calon jamaah haji yang telah bersiap di dalam bus.
Dalam pesannya, Mas Dhito meminta para jamaah untuk saling menjaga dan tolong-menolong selama berada di Tanah Suci, meskipun telah ada petugas pendamping haji dari daerah.
Ia juga menekankan pentingnya kepedulian jamaah yang lebih muda terhadap jamaah lanjut usia (lansia).
“Tadi dalam satu bus ada yang usianya 105 tahun dan ada yang usianya 22 tahun. Artinya yang 22 tahun ini membantu yang 105 tahun kalau ada hal-hal yang diperlukan nantinya di Saudi,” ujar Mas Dhito.
Adapun jumlah jamaah pada Kloter 112 yang diberangkatkan siang itu sebanyak 148 orang. Sementara tiga kloter lainnya meliputi Kloter 109 sebanyak 322 jamaah, Kloter 110 sebanyak 373 jamaah, dan Kloter 111 sebanyak 370 jamaah yang telah diberangkatkan pada Selasa (19/5).
Selain berpesan agar saling menjaga, Mas Dhito juga meminta para jamaah untuk turut mendoakan kebaikan bagi Kabupaten Kediri selama menjalankan ibadah haji.
“Minta didoakan supaya Kabupaten Kediri tetap guyub, rukun, ayem, tentrem,” ungkapnya.






