DAMAREMAS.COM, Kediri – Semangat kebersamaan dan pelestarian budaya mewarnai perayaan Grebeg Suro di Kelurahan Campurejo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Sabtu (4/7/2026). Ratusan warga memadati jalannya arak-arakan budaya yang menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi ke-1.147 Kota Kediri sekaligus mengantarkan puncak acara Mahakarya SAKA Campurejo 2026.
Arak-arakan dimulai dari Kantor Kelurahan Campurejo dan berakhir di Taman Ramah IPLT Kota Kediri. Warga mengenakan beragam busana tradisional, membawa hasil bumi, serta menampilkan berbagai kesenian dan kreativitas lokal yang mencerminkan kekayaan budaya Campurejo.
Tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun tersebut menjadi simbol rasa syukur masyarakat sekaligus sarana mempererat persaudaraan dan semangat gotong royong antarwarga.
Lurah Campurejo, Suntoro, S.Sos., mengatakan Grebeg Suro menjadi momentum penting untuk menjaga kekompakan masyarakat sekaligus melestarikan budaya yang telah menjadi identitas wilayahnya.
“Hari ini, Sabtu, 4 Juli 2026, kami mengadakan rangkaian kegiatan Grebeg Suro sekaligus memperingati Hari Jadi Kota Kediri ke-1.147. Kami berharap seluruh warga Kelurahan Campurejo selalu kompak dalam menjalankan berbagai kegiatan ini. Malam nanti menjadi puncak acara Mahakarya SAKA Campurejo 2026 yang digelar di Taman Ramah IPLT Kota Kediri. Harapan kami, kegiatan ini terus dilanjutkan dan dikembangkan karena merupakan tradisi yang lahir dari kebersamaan masyarakat dengan mengangkat seluruh potensi seni, budaya, dan kearifan lokal yang dimiliki Campurejo,” ujar Suntoro.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Mojoroto, Abdul Rahman, S.H., M.Si. Ia mengapresiasi antusiasme masyarakat yang begitu besar dalam menyemarakkan Grebeg Suro sebagai bentuk nyata pelestarian budaya sekaligus penguatan nilai kebersamaan di tengah kehidupan masyarakat.
Menurut Abdul Rahman, Grebeg Suro bukan sekadar agenda tahunan, tetapi merupakan warisan budaya yang memiliki nilai penting dalam mempererat persatuan, menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah, serta memperkuat identitas Kota Kediri di tengah perkembangan zaman.
“Tradisi seperti ini harus terus dijaga karena menjadi bagian dari kekayaan budaya daerah. Selain mempererat hubungan antarmasyarakat, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk mengenalkan potensi seni dan budaya lokal kepada generasi muda,” ungkapnya.
Di tengah derasnya arus modernisasi, masyarakat Campurejo membuktikan bahwa tradisi tetap dapat hidup dan berkembang ketika dirawat secara bersama-sama. Melalui Mahakarya SAKA Campurejo 2026 dan Grebeg Suro, warga tidak hanya merayakan sebuah tradisi, tetapi juga meneguhkan komitmen menjaga warisan budaya, memperkuat kebersamaan, serta menumbuhkan kebanggaan terhadap Kota Kediri agar tetap lestari dari generasi ke generasi.






