Mas Dhito Tinjau Lahan Calon Hotel Haji di Kediri, Digadang Jadi yang Pertama di Indonesia

FOTO DM
Peninjauan Lokasi – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana (Mas Dhito) bersama perwakilan Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kediri, PT Surya Dhoho Investama, dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) meninjau dokumen rencana pembangunan hotel haji di lahan seluas 55.000 meter persegi di Desa Kalipang, Kecamatan Grogol, Selasa (21/7/2026). Lokasi yang berada di dekat Bandara Dhoho tersebut diproyeksikan menjadi hotel haji pertama di Indonesia apabila mendapat persetujuan dari Kementerian Haji dan Umrah.

DAMAREMAS.COM, Kediri – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meninjau langsung lahan di Desa Kalipang, Kecamatan Grogol, Selasa (21/7/2026), yang direncanakan menjadi lokasi pembangunan hotel haji. Apabila mendapat persetujuan dari Kementerian Haji dan Umrah, proyek tersebut berpotensi menjadi hotel haji pertama di Indonesia.

Peninjauan dilakukan bersama perwakilan Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kediri, PT Surya Dhoho Investama, serta Badan Pertanahan Nasional (BPN). Lahan yang disiapkan memiliki luas sekitar 55.000 meter persegi dan berada tidak jauh dari Bandara Dhoho.

Bacaan Lainnya

“Lahan seluas 55.000 meter persegi. Kalau nanti disetujui oleh Kementerian Haji dan Umrah, itu akan dijadikan hotel haji,” ujar Mas Dhito.

Untuk memastikan kondisi lahan secara menyeluruh, Mas Dhito turut melakukan pemantauan menggunakan drone. Dari hasil peninjauan tersebut, ia menilai masih terdapat sejumlah aspek yang perlu menjadi perhatian sebelum proyek direalisasikan.

Beberapa di antaranya adalah peningkatan akses jalan menuju lokasi melalui pelebaran ruas jalan, serta penyediaan penerangan jalan yang memadai guna mendukung aksesibilitas kawasan.

Selain kesiapan infrastruktur, Mas Dhito juga menyoroti pentingnya pemanfaatan hotel di luar musim haji. Menurutnya, bangunan tersebut harus tetap memiliki fungsi produktif sehingga dapat memberikan manfaat sepanjang tahun.

“Harus dipikirkan juga di luar season haji supaya tidak hanya sekadar bangunan yang berdiri melayani musim haji. Begitu musim haji selesai kan juga harus tetap bermanfaat,” ungkapnya.

Rencana pembangunan hotel haji ini sejalan dengan pembahasan kesiapan teknis dan operasional embarkasi haji yang digelar di Asrama Haji Sukolilo pada 1 Juli 2026. Dalam rapat koordinasi tersebut, Bandara Dhoho di Kabupaten Kediri disebut sebagai salah satu opsi untuk melayani keberangkatan jamaah haji.

Keberadaan Bandara Dhoho dinilai strategis karena berpotensi menjadi pusat embarkasi bagi jamaah haji dari sekitar 10 hingga 12 kabupaten/kota di kawasan Mataraman. Apabila rencana ini terwujud, pembangunan hotel haji di sekitar bandara diharapkan mampu mendukung layanan embarkasi sekaligus memperkuat infrastruktur pendukung ibadah haji di wilayah Jawa Timur.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *