Antisipasi Kemarau Panjang, Mas Dhito Perkuat Pengairan Sawah Lewat Solar Subsidi hingga 380 Sumur Submersible

FOTO DM
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meninjau lahan pertanian didampingi jajaran Forkopimda dan instansi terkait usai kegiatan penyaluran bantuan benih jagung di Kabupaten Kediri. Pemerintah Kabupaten Kediri terus memperkuat sektor pertanian melalui penyediaan solar bersubsidi, pembangunan sumur submersible, serta bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) guna mengantisipasi dampak musim kemarau dan menjaga ketahanan pangan.

DAMAREMAS.COM, Kediri – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana terus memperkuat sektor pertanian dengan berbagai langkah strategis guna mengantisipasi dampak musim kemarau panjang yang berpotensi mengganggu produktivitas lahan pertanian. Upaya tersebut dilakukan melalui penyediaan BBM subsidi bagi petani, pembangunan ratusan sumur submersible, hingga bantuan benih dan alat mesin pertanian (Alsintan).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri, Sukadi, mengatakan sektor pertanian menjadi salah satu program prioritas Bupati Hanindhito Himawan Pramana atau yang akrab disapa Mas Dhito. Karena itu, berbagai kebijakan terus dilakukan untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Bacaan Lainnya

Menghadapi musim kemarau, Pemerintah Kabupaten Kediri menjalin koordinasi intensif dengan Pertamina dan PLN. Bersama Pertamina, koordinasi difokuskan pada penyediaan solar bersubsidi bagi petani, sedangkan dengan PLN diarahkan untuk mendukung program listrik masuk sawah melalui pemasangan sumur submersible.

“Kami dengan Pertamina selalu berkomunikasi dan berkoordinasi terkait kebutuhan solar agar petani diprioritaskan. Dengan PLN juga kami terus berkoordinasi karena program sumur submersible membutuhkan pasokan listrik yang cukup besar,” kata Sukadi usai penyaluran bantuan benih jagung pada 30 Juni 2026.

Sukadi menjelaskan, pemerintah juga memangkas birokrasi agar petani lebih mudah memperoleh solar bersubsidi. Jika sebelumnya petani harus mengurus surat rekomendasi langsung ke Dispertabun untuk mendapatkan barcode pembelian, kini cukup melapor kepada Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

Selanjutnya, PPL akan membantu seluruh proses pengajuan rekomendasi ke Dispertabun. Setelah persyaratan dinyatakan lengkap, termasuk surat keterangan dari pemerintah desa, rekomendasi dapat diterbitkan pada hari yang sama.

“Rekomendasi dari kami hari itu juga dikirim ke PPL untuk dicetak dan diserahkan kepada petani. Jadi dalam satu hari mereka sudah bisa memperoleh barcode solar bersubsidi,” jelasnya.

Meski proses pengurusan dipermudah, pengawasan penggunaan BBM subsidi tetap dilakukan secara ketat guna mencegah penyalahgunaan. Solar bersubsidi tersebut diperuntukkan bagi operasional mesin diesel pompa air maupun berbagai alat dan mesin pertanian lainnya.

Selain menjamin ketersediaan BBM, Pemkab Kediri juga memperkuat infrastruktur irigasi melalui pembangunan sekitar 380 sumur submersible pada tahun 2026. Pembangunan tersebut didanai melalui anggaran pemerintah pusat maupun daerah dan akan diperuntukkan bagi kelompok-kelompok tani di seluruh Kabupaten Kediri.

“Kami dengan PLN Kediri maupun Mojokerto terus berkomunikasi dan berkoordinasi agar kebutuhan listrik untuk petani bisa diprioritaskan,” ujar Sukadi.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga berupaya menekan biaya produksi pertanian melalui pemberian bantuan benih. Pada 2026, sebanyak 200 ton benih jagung disalurkan kepada petani untuk mendukung pengolahan lahan seluas 13.300 hektare.

Tak hanya itu, Mas Dhito memastikan dukungan terhadap petani akan terus berlanjut melalui penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) pada tahun ini.

“Kita tidak berhenti di sini. Setelah bantuan benih, nanti masih ada bantuan Alsintan. Jumlahnya nanti ditunggu saja,” tegas Mas Dhito.

Berbagai program tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Kediri dalam menjaga produktivitas pertanian di tengah ancaman musim kemarau sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.(adv)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *