DAMAREMAS.COM, Kediri – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Kediri menyiapkan Rumah Singgah dan Griya Abhipraya sebagai pusat pembinaan lanjutan bagi warga binaan lapas yang telah menjalani pembebasan bersyarat. Fasilitas ini difokuskan untuk membekali mantan warga binaan dengan keterampilan kerja, kemandirian, serta kesiapan mental sebelum kembali sepenuhnya ke masyarakat.
Rumah Singgah dan Griya Abhipraya tersebut menyediakan berbagai program pembinaan produktif, mulai dari pertanian, perikanan, hingga peternakan. Melalui program ini, peserta pembinaan diberi kebebasan memilih bidang yang sesuai dengan minat dan kemampuan masing-masing.
Pendekatan ini dirancang agar warga binaan yang telah bebas bersyarat tidak kembali melakukan pelanggaran hukum akibat ketiadaan keterampilan dan pekerjaan. Selain pelatihan teknis, pembinaan juga mencakup penguatan kepribadian dan kesehatan mental.
Direktur Pembimbingan Kemasyarakatan, Ceno Hersusetio Kartiko, bersama Kepala Kantor Wilayah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Jawa Timur, Kadiyono, meninjau langsung kesiapan sarana dan program pembinaan di lokasi Rumah Singgah Lapas Sae Lakuli, Kota Kediri.
Kepala Kanwil Kemenimipas Jawa Timur, Kadiyono, menyebut keberadaan Griya Abhipraya menjadi bagian penting dalam sistem pemasyarakatan modern yang menitikberatkan pada reintegrasi sosial.
“Program ini ditujukan untuk menekan angka residivisme. Warga binaan yang telah bebas bersyarat harus memiliki bekal keterampilan, kepribadian, dan kesiapan mental agar dapat kembali diterima di masyarakat,” ujarnya.
Saat ini, Griya Abhipraya di Jawa Timur telah tersedia di tiga lokasi, yakni Malang, Surabaya, dan Jember, dan akan terus dikembangkan untuk menjangkau lebih banyak warga binaan yang menjalani pembebasan bersyarat, cuti bersyarat, maupun cuti menjelang bebas.






