DAMAREMAS.COM, Kediri – Persik Kediri harus kembali menelan pil pahit setelah takluk dari PSIS Semarang dengan skor tipis 0-1 dalam laga Liga 1 yang berlangsung di Stadion Brawijaya, Sabtu (23/11) sore. Kekalahan ini memperpanjang catatan buruk Persik di kandang, dengan total enam laga tanpa kemenangan.
Gol tunggal dari PSIS dicetak oleh Brandao pada menit ke-89, memupus harapan Macan Putih untuk menghapus rekor negatif di hadapan pendukung sendiri.
Evaluasi Pelatih Marcelo Rospide
Pelatih Persik Kediri, Marcelo Rospide, mengakui bahwa timnya sebenarnya mampu menguasai pertandingan. Namun, ketidakmampuan memanfaatkan peluang menjadi penyebab utama kegagalan mereka. “Yang paling penting adalah bermain lebih efisien dalam menciptakan peluang. Ketika kami mampu memanfaatkan peluang dengan baik, hasilnya akan berbeda,” ujar Marcelo usai laga.
Pelatih asal Brasil itu menegaskan bahwa kekalahan ini bukan saatnya untuk menyalahkan pemain maupun manajemen, melainkan momen untuk mengevaluasi kekurangan dan belajar dari kesalahan.
PSIS Semarang Bangkit dari Tren Negatif
Di sisi lain, pelatih PSIS Semarang, Gilbert Agius, memuji perjuangan timnya yang berhasil mencuri tiga poin di kandang lawan. Kemenangan ini mengakhiri rentetan hasil buruk PSIS dalam tujuh laga sebelumnya.
“Impact dari kemenangan ini sangat besar. Ini adalah bukti kerja keras pemain, tidak hanya di pertandingan ini, tetapi juga dalam persiapan sebelumnya,” ujar pelatih asal Malta tersebut.
Tantangan untuk Bangkit
Persik Kediri dihadapkan pada tantangan berat untuk bangkit dari keterpurukan. Kekalahan ini diharapkan menjadi pelecut semangat bagi tim untuk tampil lebih baik di laga-laga berikutnya. Adapun PSIS Semarang kini mendapat suntikan motivasi untuk melanjutkan tren positif mereka.






