Candi Tegowangi Kediri: Sejarah, Arsitektur, dan Misteri yang Belum Selesai

foto DM
Candi Tegowangi di Desa Tegowangi, kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri. (Ist)

DAMAREMAS.COM, Kediri – Candi Tegowangi, sesuai namanya, terletak di Desa Tegowangi, Kecamatan Plemahan, sekitar 4 kilometer dari pusat Kota Pare, Kabupaten Kediri. Candi ini memiliki tinggi sekitar 4,35 meter dengan ukuran 11,20 x 11,20 meter.

Menurut Kitab Pararaton, Candi Tegowangi merupakan tempat pendharmaan Bhre Matahun, penguasa Watsari pada masa Kerajaan Majapahit. Bhre Matahun wafat pada tahun 1388 Masehi (1310 Caka), dan sesuai tradisi upacara Srada, pendharmaan dilakukan 12 tahun setelah kematiannya. Dengan demikian, diperkirakan candi ini dibangun sekitar tahun 1400 Masehi pada masa kejayaan Majapahit.

Dari bentuknya, Candi Tegowangi berdenah bujur sangkar dan menghadap ke barat. Pondasinya terbuat dari batu bata, sedangkan bagian kaki dan sebagian tubuh yang tersisa terbuat dari batu andesit. Bagian kaki candi memiliki lipit-lipit berhias, dengan tiga panel tegak di setiap sisinya yang menggambarkan sosok raksasa atau gana duduk berjongkok, kedua tangan terangkat seolah menopang bangunan. Di atasnya terdapat tonjolan berukir melingkar yang mengelilingi kaki candi. Pada bagian atas, terdapat sisi berbentuk genta yang juga dihiasi ukiran.

Sejarah Candi Tegowangi pertama kali dicatat oleh N.W. Hoepormans, kemudian dilanjutkan oleh R.D.M. Verbeek dan J. Knebel pada tahun 1902, serta P.J. Perquin pada tahun 1915.

Sayangnya, pembangunan Candi Tegowangi tidak pernah selesai. Hal ini terlihat dari relief cerita Sudamala yang tidak dikerjakan pada bagian akhir. Meski demikian, candi ini tetap menampilkan relief yang cukup lengkap dan dilengkapi dengan situs pancuran air suci di bagian tengahnya.

Di halaman candi terdapat sejumlah arca, seperti Arca Parwati, Ardhanari, Garuda berbadan manusia, serta sisa-sisa bangunan candi di sudut tenggara. Candi Tegowangi diyakini sebagai candi beraliran Hindu, sekaligus menjadi saksi bisu sejarah Majapahit di Kediri.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *