DAMAREMAS.COM, KEDIRI – Perum Bulog Cabang Kediri memastikan ketersediaan beras di wilayah Kediri raya dalam kondisi aman. Memasuki awal tahun 2026, stok beras yang dikuasai Bulog Kediri tercatat mencapai 66 ribu ton, jumlah yang diproyeksikan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat hingga 20 bulan ke depan.
Kepastian stok ini sejalan dengan aktivitas panen padi yang mulai berlangsung di sejumlah wilayah sentra pertanian. Di Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri, para petani telah melakukan panen sejak beberapa hari terakhir. Mayoritas petani memilih menggunakan mesin panen karena dinilai lebih efisien dan menekan biaya dibandingkan sistem panen manual yang membutuhkan banyak tenaga kerja.
Kepala Bulog Cabang Kediri, Harisun, mengatakan bahwa stok beras yang melimpah saat ini merupakan hasil optimalisasi penyerapan gabah dan beras dari petani sepanjang tahun 2025.
“Awal tahun 2026, stok beras Bulog Kediri mencapai sekitar 66 ribu ton. Jumlah ini cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga sekitar 20 bulan ke depan,” ujar Harisun.
Ia menjelaskan, dari target penyerapan beras tahun 2025 sebesar 50 ribu ton, Bulog Kediri mampu melampaui target dengan tambahan sekitar 16 ribu ton beras. Capaian tersebut dinilai sebagai indikator keberhasilan sinergi antara Bulog dan petani lokal.
Meski stok beras melimpah, Harisun menegaskan petani tidak perlu khawatir terhadap harga hasil panen. Bulog tetap berkomitmen menyerap beras petani sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang telah ditetapkan.
“Petani tidak perlu khawatir. Bulog membeli beras sesuai HPP pemerintah, yaitu Rp6.500 per kilogram, sehingga harga panen tetap terjaga dan menguntungkan petani,” tegasnya.
Dengan kondisi stok yang aman dan penyerapan yang maksimal, Bulog Kediri optimistis stabilitas pasokan dan harga beras di wilayah Kediri raya dapat terus terjaga sepanjang 2026.






