DAMAREMAS.COM, Kediri – Pemerintah Kota Kediri melalui Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap distribusi pupuk bersubsidi, Rabu (22/4). Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok serta menjaga stabilitas harga sesuai ketentuan pemerintah.
Tim KP3 merupakan sinergi lintas sektoral yang melibatkan Disperdagin, DKPP, DLHKP, Dinas Kesehatan, Dinkop UMTK, Pupuk Indonesia, Kejaksaan Negeri, serta Polres Kediri Kota.
Kepala Disperdagin Kota Kediri, M. Ridwan, menjelaskan bahwa sidak ini bertujuan memastikan distribusi pupuk bersubsidi dari produsen hingga ke petani berjalan lancar dan sesuai regulasi. Selain itu, pengawasan juga dilakukan untuk mencegah potensi penyimpangan distribusi maupun permainan harga di lapangan.
“Hasil pantauan di sejumlah kios resmi menunjukkan penyaluran pupuk bersubsidi masih aman dan lancar. Tidak ditemukan kelangkaan, dan harga jual tetap sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET),” ujar Ridwan.
Ia menambahkan, dari dua kios yang dikunjungi, stok pupuk tersedia dengan baik dan belum ada keluhan signifikan dari petani terkait akses maupun ketersediaan.
Pada 2026, alokasi pupuk bersubsidi di Kota Kediri mengalami penurunan dari 2.712 ton menjadi 1.983 ton. Meski demikian, penurunan kuota ini diiringi dengan penyesuaian harga yang lebih rendah sejak 22 Oktober 2025.
Adapun rincian harga terbaru yakni: pupuk urea dari Rp2.250/kg menjadi Rp1.800/kg, pupuk NPK dari Rp2.300/kg menjadi Rp1.840/kg, pupuk NPK Kakao dari Rp3.300/kg menjadi Rp2.640/kg, pupuk ZA dari Rp1.700/kg menjadi Rp1.360/kg, serta pupuk organik dari Rp800/kg menjadi Rp640/kg.
Menyikapi penurunan alokasi tersebut, KP3 mendorong petani untuk mulai memanfaatkan sumber daya lokal guna mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia. Petani juga diimbau lebih cermat dalam mengelola tingkat keasaman tanah agar penyerapan pupuk lebih optimal.
Terkait mekanisme distribusi, pupuk bersubsidi diajukan oleh petani melalui kelompok tani dan dihimpun dalam sistem e-RDKK (Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) sebelum diajukan ke Kementerian Pertanian. Namun, kebijakan terbaru memberikan kemudahan bagi petani untuk membeli pupuk subsidi langsung di kios resmi selama kuota masih tersedia.
Pemerintah Kota Kediri memastikan pemantauan distribusi pupuk akan dilakukan secara rutin setiap tiga bulan atau sewaktu-waktu jika diperlukan. Hal ini bertujuan menjaga stabilitas pasokan dan merespons cepat apabila terjadi kendala di lapangan.
Menjelang potensi fenomena El Nino pada pertengahan tahun, pemerintah juga mengimbau petani untuk tetap tenang dan bijak dalam mengelola usaha tani.
“Kami siap menampung dan menindaklanjuti setiap kendala di lapangan. Fokus kami adalah memastikan petani tetap dapat berproduksi tanpa hambatan sarana dan prasarana,” tutup Ridwan.






