DAMAREMAS.COM, Kediri – Memasuki musim pancaroba, permintaan jamu tradisional di Kota Kediri melonjak hingga 25 persen. Perubahan cuaca yang tidak menentu membuat masyarakat lebih rentan terserang penyakit seperti flu, batuk, dan radang tenggorokan, sehingga banyak warga beralih ke ramuan herbal untuk menjaga daya tahan tubuh.
Wahyu Yuwono, pembuat sekaligus penjual jamu tradisional di Kelurahan Banaran, Kecamatan Pesantren, mengungkapkan bahwa sejak akhir musim kemarau penjualannya terus meningkat. Banyak pelanggan datang untuk memesan racikan khusus sesuai keluhan kesehatan, mulai dari flu, radang tenggorokan, hingga menambah imunitas.
Dalam proses pembuatannya, Wahyu memanfaatkan berbagai tanaman obat keluarga seperti jahe, kunyit, serai, pegagan, temulawak, dan kapulaga. Semua bahan diracik menjadi jamu siap seduh yang dijual per kilogram. “Dalam sehari saya bisa menjual sekitar 15 paket jamu sehat dengan harga Rp75 ribu per kilogram,” ujarnya.
Lonjakan permintaan ini menunjukkan tren kembali ke pengobatan alami. Jamu tradisional tidak hanya digunakan sebagai pengobatan saat sakit, tetapi juga sebagai langkah pencegahan untuk menjaga kesehatan tubuh di tengah perubahan cuaca yang ekstrem.






