DAMAREMAS.COM, Kediri – Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmen pemerintah dalam menyejahterakan petani tebu nasional saat kunjungan kerjanya di Kabupaten Kediri, salah satu sentra produksi tebu terbesar di Jawa Timur. Dalam pidatonya, Mentan menyampaikan alokasi dana sebesar Rp1,5 triliun untuk menyerap gula hasil panen petani agar harga tetap stabil dan petani tidak merugi.
Didampingi Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak dan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, kunjungan dilakukan di areal perkebunan tebu Kebun Jengkol C5, Kecamatan Plosoklaten. Dalam kesempatan itu, Amran menyampaikan pesan tegas dari Presiden RI Prabowo Subianto agar para pelaku usaha tidak mengkhianati petani tebu, khususnya dalam isu dominasi gula rafinasi di pasar.
“Jangan biarkan pengusaha gula rafinasi mengkhianati petani kita. Itu perintah langsung dari Presiden,” tegas Amran.
Ia juga mengingatkan bahwa sebelum Indonesia merdeka, negeri ini pernah menjadi produsen gula nomor dua dunia. Kini, dengan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, BUMN, dan petani, kejayaan itu dinilai bisa kembali diraih.
Selain penguatan harga, Mentan juga menyinggung keberhasilan pemerintah dalam merumuskan solusi permodalan dan distribusi pupuk yang selama ini menjadi persoalan klasik di sektor pertanian. Ia mencatat, dalam enam bulan terakhir, Indonesia berhasil mencatatkan stok beras tertinggi dalam sejarah. “Sekarang giliran gula,” katanya.
Wakil Gubernur Emil Dardak menambahkan, Jawa Timur menyumbang lebih dari separuh produksi gula nasional. Sementara Kabupaten Kediri merupakan penghasil tebu terbesar kedua di provinsi ini, dengan lebih dari 20 ribu hektare lahan aktif dan tiga pabrik gula yang masih beroperasi.






