Masjid Jami’ Imam Baidhowi, Ikon Wisata Religi Mirip Masjid Nabawi di Kediri

foto DM
Masjid Jami' Imam Baidhowi di Kabupaten Kediri menjadi ikon wisata religi baru dengan desain megah yang menyerupai Masjid Nabawi di Madinah. Dilengkapi dengan replika payung raksasa dan menara setinggi 33 meter, masjid ini menarik ribuan pengunjung setiap harinya. Keindahan arsitekturnya serta fasilitas pendukung menjadikannya destinasi favorit bagi wisatawan dan jamaah yang ingin merasakan nuansa spiritual khas Timur Tengah.(Foto: Sby/DM)

DAMAREMAS.COM, Kediri – Masjid Jami’ Imam Baidhowi di Desa Langenharjo, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, menjadi destinasi wisata religi yang menarik perhatian. Diresmikan pada September 2023 oleh Brigjen TNI (Purn.) Imam Baidhowi, masjid ini memiliki desain megah yang menyerupai Masjid Nabawi di Madinah, lengkap dengan 12 replika payung Madinah dan menara setinggi 33 meter.

Ketua Takmir Masjid Jami’ Imam Baidhowi, Sugiono, mengungkapkan bahwa masjid ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat edukasi dan wisata. “Setiap hari ada sekitar seribu pengunjung, terutama dari berbagai daerah di Jawa. Mereka datang untuk melihat langsung keunikan masjid ini dan menikmati fasilitas yang kami sediakan,” ujar Sugiono.

Bacaan Lainnya

Masjid berukuran 16×25 meter ini mampu menampung hingga seribu jamaah. Pengelola juga menyediakan fasilitas tambahan seperti penyewaan ATV dan becak gowes seharga Rp 25 ribu per sesi, serta area pujasera yang menyajikan makanan khas Kediri.

Tak hanya itu, halaman masjid dihiasi tanaman kurma dan kebun durian yang tertata rapi, semakin menambah suasana khas Timur Tengah. Menjelang bulan Ramadan dan Lebaran, pengurus masjid pun mempercantik area masjid, termasuk mengecat ulang halaman dengan warna merah agar semakin menarik bagi para pengunjung.

Dengan lokasinya yang berdekatan dengan Kampung Inggris Pare, Masjid Jami’ Imam Baidhowi kini menjadi ikon baru wisata religi di Kediri. Keberadaannya tidak hanya memperkuat nuansa spiritual, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui sektor wisata dan kuliner.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *