Antrean Panjang Tukar Uang Baru, Warga Kediri Rela Berjam-jam Demi Tradisi Lebaran

foto DM
Seorang warga menunjukkan uang pecahan baru hasil penukaran di layanan kas keliling Bank Indonesia di Pare, Kabupaten Kediri. Penukaran uang baru menjelang Lebaran menjadi tradisi tahunan, dengan warga rela antre berjam-jam demi mendapatkan pecahan kecil yang lebih disukai anak-anak saat Hari Raya.(Foto: Sby/DM)

DAMAREMAS.COM, Kediri – Tradisi berbagi uang baru saat Lebaran masih menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia, termasuk di Kediri. Hal ini terlihat dari antusiasme ratusan warga yang rela mengantre berjam-jam untuk menukar uang pecahan di layanan penukaran yang disediakan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Kediri. Penukaran uang ini berlangsung di halaman parkir selatan Masjid An-Nur Pare, Kabupaten Kediri.

Sejak pagi, warga Kediri dan sekitarnya sudah memadati lokasi untuk mendapatkan uang baru. Namun, Bank Indonesia membatasi jumlah penukar hanya 300 orang per hari. Warga yang datang terlambat terpaksa pulang dengan tangan kosong. Selain itu, setiap penukar hanya bisa mendapatkan maksimal Rp4,3 juta dalam pecahan Rp20 ribu, Rp10 ribu, Rp5 ribu, Rp2 ribu, dan Rp1 ribu.

Bacaan Lainnya

Menurut Nana, salah satu warga Kediri yang ikut mengantre, penukaran uang baru di layanan resmi ini lebih menguntungkan dibandingkan jasa penukaran di tempat lain yang sering mematok biaya tambahan.

“Saya datang sejak jam 7 pagi supaya bisa dapat antrean awal. Kalau tukar uang di luar, biasanya harus bayar jasa penukaran yang lumayan besar. Jadi lebih baik sabar antre di sini,” ujar Nana.

Hal senada disampaikan Marike, warga Blitar yang juga rela datang ke Pare untuk menukar uang baru. Ia menyebut uang baru lebih dicari oleh anak-anak saat Lebaran, sehingga ia sengaja menyisihkan sebagian uang untuk ditukar.

“Kalau Lebaran, anak-anak lebih senang dapat uang yang masih bersih dan baru. Jadi, saya sengaja tukar uang di sini walaupun harus antre lama,” kata Marike.

Bank Indonesia Kantor Perwakilan Kediri sendiri telah menyiapkan uang baru sebesar Rp4,9 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di 13 kota dan kabupaten di wilayah kerjanya. Selain layanan penukaran di Pare, masyarakat juga bisa menukar uang baru di 70 titik layanan loket perbankan yang telah disediakan.

Dengan tingginya minat masyarakat dalam menukar uang baru, Bank Indonesia mengimbau agar warga memanfaatkan layanan penukaran resmi guna menghindari biaya tambahan yang sering dikenakan oleh jasa penukaran uang tidak resmi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *