Mas Dhito Gagas Kawasan Budidaya Terpadu

FOTO DM
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana berfoto bersama jajaran pengurus Koperasi Produsen Peternak Unggas Kediri (KPPUK) usai acara buka puasa bersama di Kediri, Jumat (6/3/2026). Pertemuan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus membahas pengembangan sektor peternakan unggas di Kabupaten Kediri.

DAMAREMAS.COM, Kediri – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menggagas pendirian kawasan budidaya terpadu guna mengatasi kendala lahan yang selama ini dihadapi peternak ayam petelur di Kabupaten Kediri. Gagasan tersebut disampaikan saat bertemu jajaran pengurus dan anggota Koperasi Produsen Peternak Unggas Kediri (KPPUK), Jumat (6/3/2026).

Sebagai salah satu sentra produksi telur di Jawa Timur, para peternak layer di Kabupaten Kediri masih menghadapi keterbatasan lahan yang sesuai dengan ketentuan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) untuk pengembangan kandang dan usaha peternakan.

Bacaan Lainnya

Menanggapi persoalan itu, Bupati yang akrab disapa Mas Dhito berharap pada periode kedua kepemimpinannya persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui pengembangan kawasan budidaya terpadu.

“Kemarin dari DKPP mengajukan kajian kawasan industri peternakan. Itu bagus, tapi kenapa tidak sekalian dibuat kawasan budidaya,” kata Mas Dhito.

Kawasan Budidaya Tak Hanya untuk Peternakan

Menurut Mas Dhito, konsep kawasan budidaya tidak hanya diperuntukkan bagi peternakan ayam petelur. Kawasan tersebut juga dapat mencakup berbagai sektor lain seperti perikanan air tawar hingga pertanian, sehingga mampu menciptakan ekosistem usaha yang lebih terintegrasi.

Dengan adanya kawasan khusus tersebut, para pelaku usaha budidaya diharapkan dapat mengembangkan usaha secara lebih terarah, sekaligus mempermudah pengaturan tata ruang.

“Anggota KPPUK saat ini masih tersebar dan belum tersentralisasi. Ke depan perlu dijadikan satu kawasan, dan tahun 2026 ini kita mulai kajiannya,” jelasnya.

Produksi Telur Kediri Surplus

Berdasarkan data hingga 6 Maret 2026, populasi ayam petelur di Kabupaten Kediri mencapai 7.569.539 ekor dengan produksi telur sekitar 5.917.100 kilogram per bulan.

Jumlah produksi tersebut jauh melampaui kebutuhan telur masyarakat Kabupaten Kediri yang hanya sekitar 891.700 kilogram per bulan, sehingga daerah ini mengalami surplus produksi setiap bulannya.

Saat ini tercatat sekitar 60 peternak unggas skala besar di Kabupaten Kediri. Sementara pelaku usaha kecil dan mikro di sektor yang sama mencapai sekitar 2.800 orang.

Dari aktivitas usaha tersebut, anggota KPPUK mampu menyerap tenaga kerja sekitar 1.000 hingga 1.200 orang.

KPPUK Apresiasi Dukungan Pemkab Kediri

Ketua KPPUK, Eko Sanjoyo, mengapresiasi dukungan yang selama ini diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Kediri terhadap perkembangan sektor peternakan unggas.

Menurutnya, melalui pendampingan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP), para peternak terus didorong untuk meningkatkan kapasitas usaha dan menjaga stabilitas produksi.

“Kami berharap KPPUK dapat terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mendukung program-program pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kediri secara luas,” ujarnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *