KAI Daop 7 Madiun Siapkan 62 Perjalanan KA untuk Angkutan Lebaran 2026, Perkuat Pengawasan Jalur Rawan

foto DM
Commuter Line Penataran melayani rute Surabaya Kota–Malang–Blitar hingga kembali ke Surabaya Kota via Kertosono, menjadi tulang punggung mobilitas harian dan arus mudik masyarakat di wilayah selatan Jawa Timur. (Sby/DM)

DAMAREMAS.COM, Kediri  – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun menyiapkan 62 perjalanan kereta api untuk melayani arus mudik dan balik Lebaran 2026. Selain menambah perjalanan reguler dan kereta tambahan, KAI juga memperkuat pengawasan di sejumlah titik rawan jalur rel guna mengantisipasi gangguan, terutama akibat potensi cuaca ekstrem.

Masa Angkutan Lebaran 2026 dijadwalkan berlangsung mulai 11 Maret hingga 1 April 2026 atau H-10 hingga H+10. Pada periode tersebut, keselamatan perjalanan menjadi prioritas utama operasional KAI Daop 7 Madiun.

Humas Daop 7 Madiun, Tohari, menegaskan seluruh aspek keselamatan telah dipersiapkan secara maksimal, mulai dari sarana, prasarana, hingga sumber daya manusia.

“Keselamatan perjalanan kereta api menjadi prioritas utama dalam masa Angkutan Lebaran 2026. Kami telah menyiapkan 62 perjalanan kereta api, termasuk kereta tambahan, untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat saat mudik dan balik,” ujar Tohari.

Dalam upaya mitigasi risiko, KAI Daop 7 Madiun melakukan pemetaan daerah pantauan khusus yang memerlukan pengawasan intensif. Titik-titik tersebut tersebar mulai dari Stasiun Walikukun, Ngawi, hingga wilayah Blitar dan Jombang.

Menurut Tohari, daerah tersebut menjadi fokus pengawasan karena memiliki potensi kerawanan seperti longsor, genangan air saat hujan lebat, hingga gangguan di perlintasan sebidang.

“Kami menyiapkan petugas ekstra, mulai dari petugas jaga lintasan hingga petugas pemeriksa jalur. Tidak boleh ada kekosongan pengawasan, terutama saat musim hujan yang berpotensi memicu gangguan perjalanan,” tegasnya.

Dari sisi okupansi, tren pemesanan tiket menunjukkan peningkatan signifikan. Hingga 12 Februari 2026, sebanyak 47 ribu tiket keberangkatan dari wilayah Daop 7 Madiun telah terjual. Angka tersebut diperkirakan terus bertambah seiring mendekati puncak arus mudik.

Sementara itu, arus kedatangan diprediksi lebih padat dibandingkan keberangkatan. Data sementara mencatat sebanyak 62 ribu pelanggan telah melakukan reservasi tiket menuju wilayah Daop 7 Madiun.

“Data sementara menunjukkan tren pemesanan tiket terus bergerak. Hingga 12 Februari 2026, sekitar 47 ribu tiket keberangkatan telah terjual, dan angka ini diperkirakan masih akan bertambah,” pungkas Tohari.

Dengan penambahan perjalanan, penguatan pengawasan jalur, serta kesiapan personel, KAI Daop 7 Madiun menargetkan layanan Angkutan Lebaran 2026 berjalan aman, lancar, dan tepat waktu.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *