Gus Qowim Soroti Kepatuhan RAT, Baru 251 dari 584 Koperasi di Kota Kediri Melaksanakan

FOTO DM
Gus Qowim Dorong Tata Kelola Koperasi Lebih Sehat dan Transparan

DAMAREMAS.COM, Kediri – Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin mendorong penguatan tata kelola dan kepatuhan koperasi agar mampu berkembang menjadi lembaga usaha yang sehat, profesional, dan berkelanjutan. Salah satu perhatian utama adalah pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) sebagai bentuk pertanggungjawaban pengurus kepada anggota.

Hal tersebut disampaikan Gus Qowim saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) bertema “Penguatan Tata Kelola dan Kepatuhan untuk Mewujudkan Koperasi yang Aktif, Sehat, dan Berkelanjutan” di Grand Surya, Senin (12/10/2026). Kegiatan ini diikuti para pengurus koperasi se-Kota Kediri.

Bacaan Lainnya

Menurut Gus Qowim, koperasi merupakan perwujudan semangat gotong royong, ketika orang-orang dengan kebutuhan dan tujuan yang sama berkumpul untuk saling membantu dan berkembang bersama. Karena itu, keberhasilan koperasi tidak cukup diukur dari jumlah anggota maupun besarnya usaha, tetapi juga dari kemampuannya meningkatkan kesejahteraan anggota.

Ia menegaskan, kepercayaan menjadi fondasi utama dalam pengelolaan koperasi. Pengurus harus menjalankan amanah secara terbuka, menata administrasi dan keuangan dengan tertib, serta menyampaikan perkembangan usaha kepada anggota. Salah satu bentuk pertanggungjawaban tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan RAT.

“Berdasarkan laporan yang disampaikan Pak Ferry, dari 584 koperasi yang menjadi objek pembinaan di Kota Kediri, baru 251 koperasi yang tercatat telah melaksanakan RAT. Kondisi ini menjadi perhatian bersama agar tata kelola dan kepatuhan koperasi di Kota Kediri terus ditingkatkan,” ungkapnya.

Selain mendorong kepatuhan administrasi, Gus Qowim menyoroti potensi 46 Koperasi Kelurahan Merah Putih di Kota Kediri untuk menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Menurutnya, pembentukan koperasi harus diikuti perencanaan usaha yang jelas dan sesuai kebutuhan warga agar dapat berkembang secara berkelanjutan.

“Mari kita lihat kebutuhan masyarakat di masing-masing kelurahan. Kenali potensi yang ada, kemudian kembangkan usaha yang memang dibutuhkan dan bisa terus berjalan,” jelasnya.

Gus Qowim juga mengapresiasi dukungan Bank Syariah Indonesia (BSI) dalam mendorong kemitraan dan digitalisasi koperasi. Ia berharap pemanfaatan teknologi dapat membuat pengelolaan koperasi lebih tertib, mudah, dan transparan, dengan tetap mengedepankan kejujuran serta tanggung jawab pengurus. Ia pun meminta Dinas Koperasi terus memberikan pendampingan, terutama kepada koperasi yang masih membutuhkan pembinaan.

“Kepada Dinas Koperasi, saya juga berharap pendampingan terus dilakukan, terutama bagi koperasi yang masih membutuhkan pembinaan. Sehingga manfaat kegiatan hari ini benar-benar bisa dirasakan. Mudah-mudahan ikhtiar kita bersama ini menjadikan koperasi di Kota Kediri semakin aktif, sehat, mandiri, dan membawa keberkahan bagi seluruh anggotanya,” pungkasnya.

Dalam kegiatan tersebut, juga dilakukan penyerahan voucher tabungan emas kepada perwakilan penerima. Hadir dalam acara itu Kepala Dinkop UMTK Kota Kediri M. Ferry Djatmiko, Funding & Transactions Business Deputy BSI RO 8 Surabaya Silvia Permatasari, Ketua Tim Pengawasan dan Akuntabilitas Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur Syamsul Hidayat, jajaran Dinkop UMTK Kota Kediri, jajaran BSI Kediri, serta tamu undangan lainnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *