Dhito Bersilaturahmi dengan Ulama dan Gawagis NU

Cabup Kediri, Hanindhito Himawan Pramana bersama Ulama dan Gawagis NU, di Hotel Grand Surya, Kota Kediri, Minggu (30/9) malam. (Sby/DM)

DAMAREMAS.COM, Kediri – Calon Bupati Kediri nomor urut 2, Hanindhito Himawan Pramana, mengadakan silaturahmi dengan Ulama dan Gawagis Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Kediri di Hotel Grand Surya, Kota Kediri, Minggu (30/9) malam. Juru bicara Ulama dan Gawagis NU Kabupaten Kediri, HM Kanzul Fikri (Gus Fikri), menyatakan bahwa silaturahmi ini bertujuan untuk mendukung program-program yang berkaitan dengan pesantren dan madin.

“Utamanya masalah yang berkaitan dengan pesantren dan madin yang selama ini sudah dilaksanakan, kemudian yang nantinya akan ditingkatkan lagi,” kata Gus Fikri. Ia menambahkan bahwa dukungan para kiai didasarkan pada keberhasilan program-program yang fokus pada pesantren dan madrasah diniyah selama satu periode kepemimpinan.

Bacaan Lainnya

Gus Fikri juga menjelaskan bahwa janji-janji politik tentang pondok pesantren dan madrasah diniyah telah dilaksanakan dengan baik. “Karena itu, para ulama mendukung untuk melanjutkan program-program yang sudah ada dan akan ditingkatkan lagi nantinya,” ujarnya.

Menurut Gus Fikri, kepemimpinan selama satu periode ini dinilai baik, terutama dalam memperhatikan santri dan Nahdlatul Ulama. “Kami para santri melihatnya dari kacamata kemaslahatan untuk masyarakat Kabupaten Kediri secara menyeluruh,” tambahnya.

Sementara itu, Hanindhito Himawan Pramana menyatakan bahwa acara ini merupakan kesempatan untuk silaturahmi dan menyampaikan beberapa program yang telah terlaksana selama tiga tahun. “Mulai dari insentif guru madin dan guru-guru agama lainnya dengan total anggaran 40 miliar,” jelasnya.

Menurut Dhito hingga kini ada 8.700 guru madin telah menerima insentif, dan jika masih diberi amanah, total 15.000 guru akan menerima insentif. Selain itu, bantuan terhadap pondok pesantren, tempat ibadah, mushola, masjid, dan tempat-tempat ibadah agama lainnya mencapai 104 miliar selama tiga tahun.

“Alhamdulillah, dukungan dan doa dari para alim ulama, masyayih, dan gawagis menjadi semangat bagi saya untuk menjalani pilkada, terutama pada masa kampanye yang tersisa dua bulan lagi,” tutupnya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *