DAMAREMAS.COM, Kediri – Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menekankan pentingnya kualitas pelayanan pengujian kendaraan bermotor atau uji KIR untuk memastikan kendaraan yang beroperasi di jalan memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan. Selain kualitas pelayanan, kesiapan sarana dan prasarana pengujian juga harus terus dijaga demi menjamin keselamatan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Mbak Wali saat memimpin apel pagi bersama jajaran Pemerintah Kota Kediri di Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Kediri, Senin (2/11/2026). Usai apel, ia meninjau langsung pelayanan uji KIR untuk melihat proses pemeriksaan kendaraan sekaligus memastikan kesiapan fasilitas dan peralatan pengujian.
Dalam peninjauan tersebut, Vinanda melihat secara langsung tahapan pemeriksaan kendaraan bermotor. Menurutnya, uji KIR merupakan langkah penting untuk mengetahui kondisi kendaraan sekaligus memastikan kelayakannya sebelum digunakan di jalan raya.
“Ini upaya kita bersama untuk menjaga keselamatan masyarakat dalam menggunakan jalan. Karena kalau misalnya kendaraan ini tidak melakukan uji KIR setiap enam bulan, kemudian tidak mengetahui kondisi fisik kendaraannya, ini akan berakibat fatal, salah satunya adalah terjadinya kecelakaan. Sehingga saya juga mengimbau kepada masyarakat untuk melaksanakan uji KIR agar kita paham betul kondisi kendaraan yang akan digunakan,” ujarnya.
Mbak Wali juga meminta Dishub memastikan seluruh peralatan pengujian kendaraan bermotor berfungsi dengan baik dan memenuhi standar. Pasalnya, kelayakan peralatan sangat menentukan keakuratan hasil pemeriksaan yang berkaitan langsung dengan keselamatan pengguna jalan.
“Alhamdulillah alatnya lengkap, kemudian setiap tahun juga dilakukan servis. Artinya Dishub menjaga betul standar dari masing-masing alat penguji ini. Saya lihat tadi semuanya baik dan berjalan dengan lancar,” ungkapnya.
Selain kesiapan peralatan, Vinanda menegaskan pelayanan uji KIR harus diberikan secara profesional, transparan, dan bebas dari pungutan di luar ketentuan. Prosedur pelayanan juga diminta dibuat sederhana agar masyarakat dapat mengakses layanan dengan mudah.
Ia turut mengingatkan petugas agar mengedepankan objektivitas dalam setiap pemeriksaan. Kendaraan harus dinilai berdasarkan kondisi sebenarnya dan persyaratan yang berlaku. Kendaraan yang tidak memenuhi ketentuan tidak boleh dinyatakan lolos melalui kompromi.
“Kita berikan layanan yang baik dan profesional kepada masyarakat. Tolong jangan ada pungutan di luar ketentuan. Jangan kita kompromi manakala kendaraan ini tidak sesuai ketentuan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Wali Kota meminta Dishub memanfaatkan perkembangan teknologi untuk mempermudah masyarakat memperoleh informasi pelayanan uji KIR. Jika belum tersedia, Dishub diminta menyiapkan website atau aplikasi yang memuat jadwal pelayanan, prosedur, persyaratan administrasi hingga tahapan pengujian. Informasi tersebut juga perlu disebarluaskan melalui media sosial agar mudah dijangkau masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Vinanda mengingatkan seluruh jajaran Pemkot Kediri untuk mengevaluasi capaian realisasi anggaran dan pelaksanaan pembangunan fisik secara menyeluruh. Menurutnya, perencanaan yang matang menjadi kunci agar pembangunan berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia menegaskan, keberhasilan pelaksanaan program pemerintah tidak cukup hanya diukur dari besarnya realisasi anggaran, tetapi juga harus dilihat dari dampak yang dirasakan masyarakat.
“Apa yang dilakukan harus benar-benar berdampak dan memberikan manfaat kepada masyarakat. Jangan hanya realisasinya 100 persen namun tidak memberikan dampak pada masyarakat. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.
Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin, Pj. Sekretaris Daerah Kota Kediri Endang Kartika Sari, para asisten, staf ahli, kepala OPD, direktur BUMD, camat, lurah, serta tamu undangan lainnya.






