Pemkot Kediri Dorong Data Profil Kelurahan Akurat dan Mutakhir untuk Pembangunan Tepat Sasaran

FOTO DM
Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin menyampaikan arahan saat membuka Bimbingan Teknis Penyusunan Profil Kelurahan Kota Kediri Tahun Anggaran 2026 di Ruang Joyoboyo, Balai Kota Kediri, Rabu (21/10/2026). Kegiatan ini digelar untuk meningkatkan kualitas dan pemutakhiran data profil kelurahan sebagai dasar pembangunan yang tepat sasaran.

DAMAREMAS.COM, Kediri – Pemerintah Kota Kediri mendorong pemutakhiran data profil kelurahan agar semakin akurat dan sesuai dengan kondisi di lapangan. Data tersebut dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam merancang program pembangunan dan pelayanan publik yang tepat sasaran.

Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Profil Kelurahan Kota Kediri Tahun Anggaran 2026 di Ruang Joyoboyo, Balai Kota Kediri, Rabu (21/10/2026). Kegiatan ini diikuti pejabat yang membidangi data profil kelurahan beserta operator, serta kepala seksi pemerintahan dan pelayanan beserta operator.

Bacaan Lainnya

Qowimuddin menegaskan, data profil kelurahan yang akurat dan mutakhir diperlukan untuk memetakan potensi wilayah, perkembangan masyarakat, serta kebutuhan di masing-masing kelurahan. Data dinamis tersebut juga menjadi rujukan dalam penyusunan kebijakan pembangunan sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 12 Tahun 2007.

Berdasarkan data aplikasi Profil Desa dan Kelurahan (Prodeskel) per 1 Oktober 2026, dari 46 kelurahan di Kota Kediri, sebanyak 10 kelurahan berstatus Swasembada (maju/mandiri), 31 kelurahan berstatus Swakarsa (berkembang), dan lima kelurahan berstatus Swadaya. Komposisi tersebut menjadi catatan karena penggalian data dinamis, terutama pada kelurahan berstatus Swakarsa dan Swadaya, dinilai belum optimal sehingga belum sepenuhnya menggambarkan potensi riil di lapangan.

Wakil Wali Kota Kediri yang akrab disapa Gus Qowim memahami pengelolaan data profil kelurahan masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari kesenjangan kompetensi dan pemahaman teknis hingga rotasi, mutasi, dan promosi jabatan yang dapat memengaruhi kesinambungan pengelolaan data.

“Bimbingan teknis ini merupakan bentuk intervensi strategis yang mutlak diperlukan. Kegiatan ini bukan sekadar formalitas pemenuhan regulasi, melainkan wadah krusial untuk menyamakan persepsi, meningkatkan keterampilan teknis, dan memperkuat kapasitas aparatur sipil kita di garis depan pelayanan data,” ungkapnya.

Karena itu, Gus Qowim mengajak organisasi perangkat daerah (OPD) dan para camat memperkuat koordinasi dalam pengelolaan data profil kelurahan. Data yang dikelola secara baik diharapkan dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan pembangunan, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Ia juga meminta seluruh peserta mengikuti bimtek dengan sungguh-sungguh dan memanfaatkan sesi diskusi bersama narasumber dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Timur. Setelah bimtek, pemutakhiran data diharapkan dilakukan secara berkala dan cermat agar potensi serta perkembangan masyarakat di setiap kelurahan dapat tercatat dengan baik dalam aplikasi Prodeskel.

“Saya juga berpesan agar operator di tingkat kecamatan dan kelurahan terus menjalin komunikasi serta berbagi pengetahuan. Dengan begitu, pengelolaan data dapat berjalan secara berkelanjutan. Mudah-mudahan, ikhtiar kita bersama ini dapat mewujudkan data profil kelurahan yang semakin akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Indun Munawaroh, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Marsudi, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sugeng Wahyu, Kepala Bagian Pemerintahan Heri Krismono, perwakilan OPD terkait, perwakilan camat, serta tamu undangan lainnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *