DAMAREMAS.COM, Kediri – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menyapa ratusan murid baru SMP Negeri 2 Ngasem pada hari pertama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin (13/7/2026). Dalam kesempatan tersebut, bupati yang akrab disapa Mas Dhito berpesan agar para siswa lebih giat belajar, mengurangi penggunaan gadget, serta menjauhi segala bentuk perundungan (bullying).
SMP Negeri 2 Ngasem merupakan sekolah yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri dan mulai berdiri pada 2023. Pada tahun ajaran 2026/2027, sekolah tersebut menerima 128 murid baru kelas VII yang mengikuti kegiatan MPLS selama lima hari.
Pelaksanaan MPLS bertujuan membantu peserta didik baru mengenali potensi diri, memahami kurikulum, mengenal warga sekolah, serta beradaptasi dengan lingkungan belajar. Kegiatan ini juga menjadi langkah awal dalam membangun budaya sekolah yang aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh siswa.
Di hadapan para murid baru, Mas Dhito mengingatkan pentingnya memanfaatkan waktu untuk belajar dan tidak terlalu bergantung pada penggunaan gadget.
“Saya juga ingatkan jangan melakukan bullying, baik secara fisik ataupun verbal,” pesan Mas Dhito.
Menurutnya, perundungan dapat menimbulkan dampak serius terhadap kondisi psikologis korban, mulai dari rasa takut, kehilangan kepercayaan diri, hingga terganggunya proses belajar.
Tak hanya kepada para siswa, Mas Dhito juga menyampaikan pesan di hadapan para guru yang mendampingi kegiatan MPLS. Ia meminta para murid agar selalu menghormati guru dengan memperhatikan materi saat proses pembelajaran berlangsung.
“Kalau guru sedang ngajar perhatikan, kalian sudah SMP, kalau ada kendala lapor,” ungkapnya.
Selain menyapa peserta MPLS, Mas Dhito juga berdialog dengan murid kelas VIII. Dalam kesempatan itu, ia menyoroti fenomena pelajar yang datang ke sekolah menggunakan sepeda motor meski belum memenuhi persyaratan untuk berkendara.
Menurutnya, persoalan tersebut tidak hanya terjadi di SMP Negeri 2 Ngasem, tetapi juga menjadi fenomena di berbagai wilayah Kabupaten Kediri.
“Ini yang menjadi dilema dan persoalan yang harus diselesaikan oleh pemerintah dan orang tua murid di seluruh Kabupaten Kediri,” pungkasnya.
Melalui kunjungan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kediri berharap pelaksanaan MPLS tidak hanya menjadi ajang pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga momentum menanamkan karakter disiplin, menghargai sesama, serta meningkatkan kesadaran akan keselamatan dan etika sejak awal memasuki jenjang pendidikan menengah pertama.






