DAMAREMAS.COM, Kediri – Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 menjadi momentum bagi para pelaku usaha mikro di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Dhoho, Kota Kediri, Minggu (12/7/2026), untuk menyampaikan harapan agar koperasi semakin berperan sebagai penggerak ekonomi kerakyatan sekaligus mitra bagi usaha kecil.
Momentum tersebut dimanfaatkan Pemerintah Kota Kediri bersama Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kota Kediri dengan menyambangi langsung lapak-lapak pedagang. Selain berdialog, kegiatan itu juga menjadi ajang sosialisasi mengenai peran koperasi yang lebih modern, inklusif, dan dekat dengan kebutuhan pelaku UMKM.
Calista (21), penjual dessert di kawasan CFD, mengaku kunjungan tersebut memberinya pemahaman baru tentang koperasi. Menurutnya, selama ini koperasi identik dengan sistem yang rumit, namun kini mulai menawarkan program yang lebih relevan bagi generasi muda.
“Jujur, awalnya mikir koperasi itu jadul dan ribet. Tapi setelah tahu ada program edukasi untuk anak muda, harapannya koperasi bisa lebih digital dan punya wadah khusus buat modal usaha mikro seperti kami tanpa birokrasi yang susah,” ujarnya.
Harapan serupa disampaikan Okta Setiawan (32), pedagang makanan yang rutin berjualan di CFD Jalan Dhoho. Ia berharap koperasi mampu memberikan dukungan nyata terhadap keberlangsungan usaha kecil, mulai dari kemudahan memperoleh bahan baku hingga perluasan pemasaran produk.
“Di momen Harkopnas ini, keinginan kami sebagai pedagang kecil adalah adanya koperasi yang solid untuk mempermudah akses bahan baku murah dan membantu pemasaran produk agar bisa naik kelas,” tuturnya.
Menanggapi aspirasi tersebut, Ketua Dekopinda Kota Kediri, Firdaus Ido, menegaskan bahwa koperasi terus berupaya menjadi wadah yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk generasi muda dan para pelaku usaha rintisan.
“Kami ingin generasi penerus ini benar-benar mau dan terjun masuk kepada koperasi. Silakan melihat terlebih dahulu, silakan masuk ke dalamnya, baru akan merasakan bagaimana gotong royongnya koperasi sebagai benar-benar sokoguru dari perekonomian yang ada di Indonesia,” ungkap Firdaus.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinkop-UMTK) Kota Kediri, Eko Loekmono, menjelaskan bahwa kehadiran pemerintah dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkenalkan koperasi sebagai solusi bagi pelaku usaha mikro.
Menurutnya, salah satu program yang tengah dikembangkan adalah Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP), yang kini telah terbentuk di seluruh 46 kelurahan di Kota Kediri.
“Koperasi ini hadir sebagai salah satu solusi untuk memberantas rentenir dan bank plecit yang ada di wilayah kita. Masalah tersebut bisa terselesaikan dengan pembentukan koperasi-koperasi di level kelurahan sampai ke tingkat RW,” jelas Eko.
Selain memberikan akses pembiayaan yang lebih sehat, Pemerintah Kota Kediri juga memastikan gerai fisik KKMP yang mulai berdiri di tiga kecamatan akan menjadi ruang promosi dan pemasaran bagi produk-produk UMKM lokal agar mampu bersaing dan berkembang.
Melalui momentum Harkopnas ke-79, para pelaku usaha di CFD Jalan Dhoho berharap koperasi terus bertransformasi menjadi lembaga yang modern, mudah diakses, serta mampu menjadi mitra strategis dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Penjabat Sekretaris Daerah Kota Kediri, Endang Kartika Sari.






