DAMAREMAS.COM, Kediri – Puluhan motor warga di Kota Kediri dilaporkan mengalami kerusakan mendadak usai mengisi bahan bakar jenis Pertalite. Menindaklanjuti laporan tersebut, Polres Kediri Kota bersama Pemkot Kediri dan Pertamina melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah kota.
Salah satu lokasi yang diperiksa adalah SPBU di Kelurahan Singonegaran, Kota Kediri. Dalam sidak tersebut, petugas gabungan dari Satreskrim Polres Kediri Kota, Dinas Perdagangan, dan Pertamina melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kualitas bahan bakar Pertalite.
Petugas membuka tangki penyimpanan bahan bakar di SPBU serta memeriksa truk tangki pengangkut Pertalite untuk memastikan tidak ada campuran air atau bahan lain yang dapat menurunkan mutu. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan tidak ditemukan adanya campuran air pada bahan bakar Pertalite di lokasi yang diperiksa.
Selain uji kandungan air, petugas juga melakukan pengambilan sampel Pertalite untuk diuji laboratorium, guna memastikan bahan bakar tidak tercampur etanol atau zat lain yang berpotensi merusak mesin kendaraan.
Menurut Sales Branch Manager Region Kediri Pertamina, Anwar Hidayat, hasil uji sampling sementara menunjukkan Pertalite masih memenuhi standar kualitas dan mutu bahan bakar nasional. Pihaknya juga telah mengirim sampel tambahan ke laboratorium Pertamina di Surabaya untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Pertamina mengimbau masyarakat yang mengalami kendala serupa setelah mengisi Pertalite untuk segera melapor ke SPBU terdekat atau pihak Pertamina, agar dapat ditindaklanjuti dan diselidiki penyebab pastinya.
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Kediri Kota, Cipto Dwi Leksana, menegaskan pihak kepolisian akan terus memantau dan memastikan tidak ada distribusi bahan bakar yang tidak sesuai standar di wilayah hukum Kediri Kota.






