DAMAREMAS.COM – Di era digital, penggunaan perangkat elektronik seperti ponsel, tablet, komputer, dan televisi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.
Namun, peningkatan screen time atau waktu yang dihabiskan di depan layar dapat berdampak pada berbagai aspek kesehatan, salah satunya adalah kualitas tidur.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa paparan layar elektronik, terutama sebelum tidur, dapat mempengaruhi kualitas tidur dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan terkait.
Berikut adalah beberapa pengaruh dari screen time terhadap kualitas tidur seseorang :
1. Paparan Cahaya Biru (Blue Light)
Cahaya biru memiliki panjang gelombang yang mirip dengan cahaya siang, yang secara alami memberitahu otak kita bahwa masih siang dan kita harus tetap terjaga.
Ketika seseorang terpapar cahaya biru pada malam hari, produksi hormon melatonin (hormon yang mengatur siklus tidur) dapat terganggu.
Melatonin biasanya diproduksi ketika hari mulai gelap, mempersiapkan tubuh untuk tidur.
Namun, paparan cahaya biru di malam hari menunda produksi melatonin, menyebabkan kesulitan tidur atau insomnia.
2. Gangguan Siklus Tidur
Selain menghambat produksi melatonin, screen time juga dapat mengganggu ritme sirkadian, yaitu jam biologis tubuh yang mengatur kapan seseorang harus tidur dan bangun.
Paparan berlebihan terhadap perangkat elektronik di malam hari bisa menyebabkan otak sulit memasuki fase tidur yang dalam dan berkualitas.
Ini menyebabkan seseorang sering terbangun di malam hari dan sulit kembali tidur, sehingga siklus tidur terganggu dan tubuh tidak mendapatkan istirahat yang cukup.
3. Penurunan Durasi dan Kualitas Tidur
Penelitian juga menunjukkan bahwa semakin banyak waktu yang dihabiskan di depan layar, semakin sedikit waktu tidur yang didapatkan.
Kebiasaan menatap layar secara berlebih sering kali menyebabkan seseorang tidur lebih larut, mengurangi total durasi tidur yang seharusnya diperoleh.
Kurangnya tidur berkualitas dapat berdampak pada fungsi kognitif, mood, dan daya tahan tubuh seseorang.
Selain itu, kebiasaan tersebut juga dapat meningkatkan risiko penyakit seperti diabetes, obesitas, dan penyakit jantung.
4. Konten yang Mengganggu
Jenis konten yang dikonsumsi selama bermain ponsel juga membawa pengaruh tersendiri.
Misalnya, menonton film yang menegangkan atau bermain video game dengan intensitas tinggi bisa meningkatkan kecemasan dan stimulasi otak, sehingga sulit bagi tubuh untuk bersantai dan mempersiapkan diri untuk tidur.
Interaksi sosial yang dilakukan melalui media sosial juga bisa mempengaruhi kondisi mental seseorang, meningkatkan kecemasan sosial atau fear of missing out (FOMO) yang mengganggu tidur.
5. Tips Mengurangi Dampak Screen Time Terhadap Tidur
Untuk mengurangi dampak negatif bermain ponsel terhadap pola tidur, ada beberapa langkah yang dapat diambil:
– Batasan Waktu Penggunaan: Usahakan berhenti menggunakan perangkat elektronik setidaknya satu jam sebelum tidur.
Ini memberi waktu bagi tubuh untuk beristirahat dan mulai memproduksi melanin secara alami.
– Gunakan Mode Malam (Night Mode): Banyak perangkat elektronik sekarang memiliki mode malam yang mengurangi jumlah cahaya biru yang dipancarkan.
Mengaktifkan fitur ini dapat membantu mengurangi dampak cahaya biru pada produksi melatonin.
– Jadwalkan Aktivitas Relaksasi: Sebelum tidur, lakukan aktivitas yang membantu relaksasi seperti membaca buku fisik, meditasi, atau mendengarkan musik yang menenangkan.
– Atur Kualitas Tidur: Ciptakan lingkungan tidur yang nyaman dengan mematikan semua perangkat elektronik di kamar, menjaga suhu ruangan tetap sejuk, dan memastikan kasur serta bantal yang digunakan nyaman.
Adanya pengaruh screen time terhadap kualitas tidur seseorang tidak bisa diabaikan.
Paparan cahaya biru dan konten yang merangsang otak di malam hari dapat mengganggu produksi melatonin, siklus tidur, serta mengurangi durasi dan kualitas tidur secara keseluruhan.
Dengan membatasi waktu penggunaan perangkat elektronik dan menciptakan kebiasaan tidur yang sehat, kualitas tidur bisa ditingkatkan, yang pada akhirnya berkontribusi pada kesehatan fisik dan mental yang lebih baik.






