DAMAREMAS.COM – Bencana banjir di perkotaan sering kali menjadi bencana yang berulang setiap musim hujan.
Selain faktor alam seperti curah hujan tinggi dan perubahan iklim, kebiasaan buruk masyarakat juga turut berkontribusi dalam memperburuk kondisi banjir.
Meskipun demikian, masih banyak masyarakat yang tetap melakukan kebiasaan buruk ini yang akhirnya menyebabkan terjadinya banjir di musim hujan.
Berikut adalah beberapa kebiasaan buruk yang menjadi penyebab utama banjir di perkotaan :
1. Membuang Sampah Sembarangan
Salah satu faktor yang menyebabkan bencana ini adalah kebiasaan membuang sampah sembarangan, terutama ke sungai, selokan, dan saluran drainase.
Sampah yang menumpuk menyebabkan aliran air terhambat dan akhirnya meluap saat hujan deras.
2. Kurangnya Kesadaran dalam Pengelolaan Sampah
Banyak masyarakat yang belum menerapkan sistem pengelolaan sampah yang baik, seperti memilah sampah organik dan non-organik serta melakukan daur ulang.
Akibatnya, sampah yang tidak terkelola dengan baik menumpuk di lingkungan dan menghambat sistem drainase kota.
3. Menutup Resapan Air dengan Betonisasi Berlebihan
Pembangunan yang tidak ramah lingkungan, seperti betonisasi dan pengaspalan yang berlebihan, mengurangi area resapan air.
Hal ini menyebabkan air hujan tidak dapat meresap ke dalam tanah dan mengalir langsung ke jalanan, mengakibatkan banjir cepat terjadi.
4. Penebangan Pohon Secara Ilegal
Pohon memiliki peran yang penting dalam menyerap air hujan dan mencegah air menggenang saat hujan melanda.
Sayangnya, masih banyak masyarakat yang menebang pohon tanpa menanam kembali.
Akibatnya, tanah kehilangan kemampuannya untuk menyerap air, dan air hujan langsung mengalir ke daerah perkotaan.
5. Kurangnya Kesadaran dalam Pemeliharaan Saluran Air
Banyak warga yang tidak memperhatikan kebersihan selokan dan saluran air di sekitar tempat tinggalnya.
Padahal, jika saluran ini rutin dibersihkan, air dapat mengalir dengan lancar dan risiko banjir dapat diminimalkan.
6. Pembangunan di Daerah Rawan Banjir
Banyak permukiman yang dibangun di daerah yang seharusnya menjadi area resapan air, seperti bantaran sungai dan rawa-rawa.
Hal ini mengurangi kapasitas alami tanah untuk menyerap air, sehingga meningkatkan risiko banjir.
7. Kurangnya Partisipasi dalam Program Pemerintah
Pemerintah sering kali mengadakan program untuk mencegah banjir, seperti normalisasi sungai dan pembangunan drainase.
Sayangnya, masih banyak masyarakat yang kurang peduli atau bahkan menentang program tersebut, sehingga upaya pencegahan banjir menjadi tidak optimal.
Bencana banjir di perkotaan bukan hanya disebabkan oleh faktor alam, tetapi juga oleh kebiasaan buruk masyarakat yang memperburuk kondisi lingkungan.
Oleh karena itu, perubahan perilaku dan peningkatan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan sangat diperlukan untuk mencegah banjir.
Dengan mulai membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan saluran air, dan mendukung program pemerintah, kita dapat bersama-sama menciptakan lingkungan yang lebih aman dan bebas dari banjir.






