DAMAREMAS.COM, Kediri – Aksi unjuk rasa yang digelar massa mahasiswa di depan Gedung DPRD Kabupaten Kediri, Jawa Timur, berujung ricuh, Jumat (21/2). Massa terlibat adu dorong dengan polisi saat mencoba merangsek masuk ke gedung dewan, menuntut respons atas kebijakan Instruksi Presiden (Inpres) No. 01 Tahun 2025.
Kericuhan dipicu kekecewaan demonstran yang tak kunjung ditemui anggota dewan. Emosi massa yang tergabung dalam gerakan Kediri Menggugat memuncak, memicu ketegangan dengan aparat yang berjaga. Aksi dorong-mendorong pun tak terhindarkan sebelum akhirnya diredam oleh petugas lainnya.
Dalam aksinya, ratusan demonstran membawa berbagai poster dan spanduk berisi tuntutan mereka. Mereka mendesak agar kebijakan pemerintah lebih berpihak kepada rakyat kecil. Kekesalan massa juga diekspresikan dengan membakar ban bekas, sementara akses jalan di depan gedung DPRD sempat tertutup total akibat demonstrasi.
Koordinator aksi, Selfin Bima Prakasa, menegaskan bahwa massa kecewa karena aksi mereka hanya direspons oleh Ketua DPRD secara daring, lantaran tidak berada di tempat. Mahasiswa pun berencana melanjutkan demonstrasi pada Senin mendatang dengan jumlah massa yang lebih besar.
Aksi ini menjadi sorotan publik, mengingat semakin tingginya tekanan terhadap kebijakan yang dianggap tidak berpihak pada masyarakat luas.






