Ratusan Warga Satak Tuntut Ketua LMDH Dicopot, Geruduk Balai Desa Hingga Kantor Kecamatan

Aksi unjuk rasa warga Desa Satak Kecamatan Puncu, Kediri, menuntut Ketua LMDH dicopot dari jabatannya. Aksi ini dipicu ketidakpuasan warga terhadap pembagian lahan garapan yang dinilai tidak adil. (Sby/DM)

DAMAREMAS.COM, Kediri – Ratusan warga Desa Satak, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, menggelar aksi unjuk rasa di depan Balai Desa Satak, menuntut Ketua LMDH, Eko Cahyono, agar segera dicopot dari jabatannya. Mereka menilai Eko Cahyono telah bertindak sewenang-wenang dan mengingkari kesepakatan yang ada.

Dalam aksi tersebut, tidak hanya laki-laki, ibu-ibu pun turut serta membawa poster-poster bernada protes, seperti “Turunkan Ketua LMDH”, “Warga Tidak Mau LMDH Dijabat Eko Cahyono”, hingga “Aku Ga Butuh Pemimpin Sing Cangkem e Bosok” (Saya Tidak Butuh Pemimpin yang Mulutnya Busuk).

Bacaan Lainnya

Karena tak ada perangkat desa yang menemui mereka, massa mencoba masuk ke kantor desa untuk mencari kepala desa, namun berhasil dicegah oleh polisi. Tak berhenti di sana, massa pun melanjutkan aksi protes mereka ke Kantor Kecamatan Puncu. Dalam orasinya, mereka meminta Kepala Desa Satak, Linawati, berpihak kepada warga, bukan kepada Ketua LMDH.

Koordinator aksi, Nurul Budianto, menjelaskan bahwa kemarahan warga dipicu oleh tindakan Eko Cahyono yang mengingkari hasil pertemuan pada 1 November 2024. Dalam pertemuan tersebut, disepakati bahwa lahan Perhutani akan dibagikan secara merata, baik kepada anggota LMDH maupun warga yang belum menjadi anggota.

Ketua LMDH, Eko Cahyono, yang sempat absen di lokasi, akhirnya dijemput paksa oleh kepolisian untuk menghadiri mediasi dengan warga. Mediasi ini disaksikan oleh Muspika Puncu dan perwakilan Perhutani. Waka ADM Perhutani, Hermawan, menyatakan bahwa hasil mediasi menyepakati penggarapan lahan melalui sistem Kemitraan Kehutanan Produktif (KKP). Nantinya, warga akan mengelola lahan secara terkoordinir dengan pembagian yang adil, di mana warga umum dikoordinir oleh perwakilan desa, sementara anggota LMDH dikoordinir melalui LMDH.

Diketahui, lahan Perhutani yang digarap LMDH di Desa Satak mencakup 212 hektar. Ketidakpuasan warga terhadap pembagian lahan yang dinilai tidak adil memicu aksi protes ini.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *