PWI Fest 2026 Siapkan Wartawan Hadapi Era AI, Padukan Workshop Digital dan Festival UMKM

FOTO DM
Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir bersama Ketua Panitia PWI Fest 2026 Auri Jaya memperkenalkan konsep PWI Fest 2026 sebagai ajang peningkatan kapasitas insan pers menghadapi era kecerdasan buatan (AI) sekaligus mempererat kolaborasi dengan masyarakat menuju Hari Pers Nasional 2027.

DAMARTEMAS.COM, Jakarta – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) menyiapkan PWI Fest 2026 sebagai respons aktif terhadap perubahan besar industri media yang dipicu oleh pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan platform digital. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian menuju Hari Pers Nasional (HPN) 2027 yang akan dipusatkan di Provinsi Lampung pada April 2027.

Ketua Panitia PWI Fest 2026, Auri Jaya, menjelaskan bahwa penyelenggaraan PWI Fest mengusung dua misi utama, yakni meningkatkan kapasitas pekerja media sekaligus memperkuat kolaborasi dengan masyarakat.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, selain menghadirkan workshop yang melibatkan pemateri dari platform digital global seperti TikTok, Meta, dan Google, PWI Fest 2026 juga akan diramaikan dengan UMKM Festival sebagai ruang interaksi antara insan pers dan masyarakat.

“Selain menggelar workshop dengan pemateri dari platform-platform global seperti TikTok, Meta, dan Google, kita juga menggelar UMKM Festival. PWI Fest 2026 selain sebagai ajang untuk meng-upgrade kemampuan pekerja pers menyikapi perkembangan digital dan AI, tetapi juga sebagai arena untuk lebih mendekatkan diri dengan masyarakat,” ujar Auri Jaya.

Rangkaian kegiatan PWI Fest 2026 mencakup Workshop Jurnalisme Digital dan AI yang membahas berbagai materi, mulai dari Mobile Journalism, verifikasi data berbasis Open Source Intelligence (OSINT), hingga keamanan digital. Kegiatan tersebut ditargetkan diikuti sekitar 250 hingga 500 wartawan, editor, dan content creator dari berbagai daerah.

Selain itu, PWI Fest 2026 juga akan dimeriahkan dengan UMKM Festival, Kompetisi E-Sports, serta Panggung Hiburan Rakyat melalui sinergi bersama pemerintah, BUMN, sektor swasta, dan berbagai platform digital.

Sementara itu, Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, menegaskan bahwa industri pers nasional tengah menghadapi tantangan besar akibat disrupsi teknologi digital dan perkembangan AI yang berlangsung sangat cepat. Karena itu, PWI Fest 2026 dihadirkan sebagai langkah nyata untuk memperkuat kompetensi insan pers agar mampu beradaptasi sekaligus memimpin transformasi tersebut.

“Perkembangan Artificial Intelligence dan ekosistem digital hari ini telah mengubah peta industri media secara fundamental. Pers Indonesia tidak boleh gagap, ragu, atau sekadar menjadi penonton. Melalui PWI Fest 2026, PWI mengambil langkah konkret untuk memastikan pekerja pers kita memiliki kapasitas, keterampilan teknis, dan pemahaman etis yang kuat agar mampu memimpin di era transformasi AI,” tegas Akhmad Munir.

Ia menambahkan, transformasi teknologi tidak boleh membuat pers kehilangan kedekatannya dengan masyarakat. Menurutnya, media yang kuat adalah media yang tetap relevan, independen, dan hadir di tengah rakyat.

“Namun, transformasi teknologi tidak boleh mencabut pers dari akarnya. Pers yang kuat adalah pers yang tetap relevan dan menyatu dengan rakyat. Karena itu, PWI Fest tidak hanya kita desain sebagai ruang diskusi akademik atau pelatihan redaksi, tetapi juga sebagai ruang terbuka melalui UMKM Festival dan pesta rakyat. Ini adalah bentuk konsolidasi nasional antara masyarakat pers, pemerintah, BUMN, dunia usaha, dan platform global dalam membangun industri media Indonesia yang independen, adidaya secara ekonomi, serta terus bermanfaat bagi bangsa,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *