Pj Wali Kota Kediri Apresiasi Peningkatan Pelayanan Publik dan Nilai BERAKHLAK

foto DM
Pj Wali Kota Kediri Zanariah (kedua dari kanan) memberikan arahan dalam kegiatan Bimbingan Teknis Peningkatan Kualitas Penyusunan Dokumen Laporan Kinerja Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Kota Kediri. Acara ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan komitmen perangkat daerah dalam penyusunan laporan kinerja, Kamis (2/1/2025). (Foto: Istimewa)

DAMAREMAS.COM, Kediri – Pemerintah Kota Kediri berhasil meraih berbagai capaian positif sepanjang tahun 2024. Salah satunya adalah peningkatan nilai Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggara Pelayanan Publik (PEKPPP) dari Kemenpan RB, yang naik dari 2,9 (C-) di tahun 2023 menjadi 4,2 (A-) pada tahun 2024. Selain itu, Indeks Kepatuhan Penyelenggaraan Pelayanan Publik dari Ombudsman juga meningkat signifikan, dari 80,13 pada tahun 2023 menjadi 93,84 di tahun 2024. Sementara itu, Indeks BERAKHLAK 2024 mencapai 72,3 persen, melampaui rata-rata nasional sebesar 68,1 persen.

Pj Wali Kota Kediri, Zanariah, menyampaikan apresiasinya atas berbagai capaian ini. “Alhamdulillah, berkat kerja bersama seluruh OPD, kita berhasil meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Terima kasih kepada Pak Sekda dan seluruh jajaran yang terus memantau dan melakukan perbaikan,” ungkap Zanariah pada Kamis (2/1).

Ia juga menyoroti keberhasilan dalam nilai Indeks BERAKHLAK yang mencerminkan implementasi core value ASN. “Nilai ini membuktikan ASN Kota Kediri menjunjung tinggi core value BERAKHLAK dalam bekerja. Saya harap hal ini terus dipertahankan dan ditingkatkan,” tambahnya.

Kunci Kesuksesan

Kepala Bagian Organisasi, Herwin Zakiyah, menjelaskan bahwa peningkatan capaian ini berkat komitmen kuat untuk melakukan perbaikan di berbagai sektor. Dalam PEKPPP, enam indikator dinilai, yakni kebijakan pelayanan, profesionalisme SDM, sarana dan prasarana, sistem informasi pelayanan publik (SIPP), konsultasi pengaduan, dan inovasi.

Lokasi yang menjadi fokus penilaian meliputi Dinas Sosial, RSUD Gambiran, dan Dispendukcapil. Pemkot Kediri melakukan study banding ke Pemkab Banyuwangi dan Pemkot Madiun untuk mengadopsi praktik terbaik yang disesuaikan dengan kondisi Kota Kediri. “Tujuannya adalah memberikan pelayanan prima kepada masyarakat,” ujar Herwin.

Tantangan dan Perbaikan Ke Depan

Herwin juga menambahkan bahwa meskipun Indeks BERAKHLAK sudah masuk kategori cukup sehat, ada aspek adaptif yang perlu diperbaiki. Ke depan, Pemkot Kediri akan mendorong ASN untuk lebih berani beradaptasi dan menjadikan pembelajaran sebagai gaya hidup.

Sumber: Diskominfo Kota Kediri

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *