Kediri, Damaremas.com – Dalam rangka peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2023 yang diselenggarakan di BTN Rejomulyo Kediri, Selasa (21/3/2023), Ketua TP PKK Kota Kediri Ferry Silviana Abu Bakar berbagi tips untuk mengurangi produksi sampah plastik, dimulai dengan hal kecil dari kebiasaan sehari-hari.
“Di sini saya berbagi upaya yang telah saya lakukan dalam mengurangi sampah. Apa yang saya lakukan ini bisa dimulai secara pribadi tanpa melibatkan orang lain. Prinsip mengurangi sampah harus berangkat dari diri sendiri. Kalau kita punya kemauan pasti segala hal akan menerapkan prinsip tersebut,” ujarnya.
Wanita yang akrab disapa Bunda Fey menceritakan langkah pertamanya untuk mengurangi produksi sampah plastik dimulai pada tahun 2016. Dimana saat itu, Bunda Fey sudah tidak lagi menggunakan pembalut sekali pakai.
Baca Juga: Simpan Sabu Sabu dalam Panci, Jukir Warga Gayam Kecamatan Mojoroto Ditangkap BNN Kota Kediri
Yakni beralih dengan menggunakan menspad ketika menstruasi. Kemudian untuk anak-anak balita minim menggunakan diapers namun menggunakan popok kain.
Hal semacam ini harus dimulai sebab sampah dari pembalut ataupun pampers sekali pakai efeknya sangat buruk bagi lingkungan.
“Hal-hal kecil seperti itu lah yang sebetulnya kita perlukan. Saya sudah berhasil menerapkannya dan saya harap masyarakat juga bisa menerapkannya. Karena kondisi lingkungan kita ini sudah semakin parah maka kita harus masif mengurangi sampah,”ungkapnya.
Baca Juga: Jelang Hari Raya Nyepi, Wali Kota Kediri Hadiri Upacara Tawur Agung Kesanga dan Pawai Ogoh-ogoh
Istri Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar ini menambahkan hal lain yang sudah dilakukannya adalah membawa tumbler minuman, tidak menggunakan sedotan plastik, dan tidak menggunakan kantong kresek sekali pakai saat berbelanja.
Hal ini mungkin dipandang tidak praktis bagi kebanyakan orang. Namun langkah kecil tersebut dapat menyelamatkan lingkungan.
“Kita harus mulai kurangi sampah karena tidak ada kota yang ingin TPA-nya bertambah dan bertambah. Tidak ada cara lain untuk menekan sampah kecuali dengan kebijakan yang tepat dan kesadaran warganya,” imbuhnya.
Bunda Fey berharap semua warga Kota Kediri untuk lebih sadar menjaga lingkungan. Selain mengurangi produksi sampah, warga juga harus menambah kawasan hijau. Tidak ada lagi aksi menebang pohon sembarangan.
“Nanti di hari tua yang kita butuhkan adalah lingkungan yang hijau. Pohon-pohon yang ada di sekitar kita ini sangat besar maknanya,” pungkasnya.***
Reporter : Seno
Editor : Muhammad






