DAMAREMAS.COM, Kediri – Tragedi pembakaran dan penjarahan yang melanda kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Kediri, termasuk Gedung DPRD, meninggalkan luka mendalam bagi para pegawai. Untuk menguatkan semangat dan mendorong kebangkitan, doa bersama digelar di halaman perkantoran yang hangus terbakar, Senin (1/9) sore.
Doa bersama ini diikuti Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana bersama istri Eriani Annisa Hanindhito, Wakil Bupati Dewi Mariya Ulfa, Forkopimda, kepala OPD, pegawai, tokoh agama, hingga berbagai elemen masyarakat termasuk komunitas ojek online.
Mas Dhito, sapaan akrab Bupati Kediri, berharap kegiatan doa bersama menjadi momentum kebangkitan, bukan hanya untuk membangun kembali gedung pemerintahan, tetapi juga memulihkan semangat seluruh aparatur dan masyarakat.
“Harapannya semoga kita lekas bangkit, tidak boleh terlalu lama larut dalam kesedihan,” ungkap Mas Dhito usai acara doa bersama.
Aksi anarkis yang dilakukan massa, mayoritas teridentifikasi sebagai pelajar, menyebabkan sebagian besar gedung di kompleks tersebut hangus terbakar. Selain itu, sejumlah aset pemerintah juga ikut dijarah.
Mas Dhito menegaskan, peristiwa ini harus menjadi pelajaran penting bagi semua pihak untuk mempererat persatuan dan menumbuhkan semangat perdamaian. Ia juga mengajak para orang tua dan guru untuk lebih aktif mengawasi serta mengingatkan anak-anak agar tidak terjerumus dalam tindakan di luar kewajaran.
Terkait kerugian material, Mas Dhito memperkirakan nilainya mencapai sekitar Rp500 miliar, belum termasuk kendaraan dinas. Namun, angka pasti kerugian gedung masih menunggu hasil perhitungan appraisal.
“Kita menggunakan ahli dari ITS untuk menghitung kerugian kerusakan bangunan,” jelasnya.






