Kediri, Damaremas.com- Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi menjadi perhatian serius Dinas Pendidikan Kota Kediri.
Untuk itu Dinas Pendidikan Kota Kediri menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Literasi Digital Bagi Lembaga Pendidikan Non Formal, di Aula Ki Hajar Dewantara Dinas Pendidikan, Senin (29/5).
Bimbingan teknis ini merupakan salah satu upaya memperluas akses informasi dan pemasaran bagi lembaga non formal di Kota Kediri.
Baca Juga: Wali Kota Kediri Tekankan Pentingnya Data dalam Pengambilan Kebijakan, Termasuk Program Pengendalian Inflasi
“Kita hadirkan pengelola pendidikan non formal agar mereka melek IT, meningkatkan kemampuan mereka terkait pemasaran secara digital. Selanjutnya mereka bisa menunjukkan profil atupun jasa untuk ditawarkan ke masyarakat secara online,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Anang Kurniawan.
Dijelaskan Anang, pelatihan bagi lembaga pendidikan non formal merupakan kegiatan rutin dari Dinas Pendidikan yang diadakan tiap tahun dengan mengangkat beragam tema sebagai fokus pelatihan.
Tema literasi digital tahun ini selaras dengan situasi yang serba digital.
Baca Juga: Simak Nih! Cara Untuk Mendapatkan Terbaik dari Hubungan Jarak Jauh
“Kalau kita tidak melek digital dan mengetahui kesempatan yang bagus itu dimana jelas kita akan ketinggalan dengan lembaga yang lain. Untuk itu para peserta kita berikan pelatihan tentang pemasaran online terkait strategi dan perencanaan pemasaran yang efektif,” tutur Anang.
Menggandeng praktisi IT, pelatihan diisi dengan materi pembuatan akun, mengisi konten dan membuat produk yang menarik serta menawarkan produk melalui media sosial.
Selain menjadi konten kreator, peserta diarahkan untuk membuat platform digital di marketplace yang diakui pemerintah melalui pelatihan dari Bagian Pengadaan Barang/Jasa Kota Kediri.
Baca Juga: Inilah 7 Langkah Menjalin Hubungan Mesra secara Online, Pejuang LDR Wajib Tahu!
“Lembaga pendidikan non formal identik dengan kursus atau jasa pendidikan yang lain. Untuk itu mereka juga kita arahkan untuk bisa membuka pasar online dan membuat e-katalog resmi yang sesuai rekomendasi pemerintah pusat dan daerah. Jadi dari sisi penyelenggaraan mereka dapat pelatihan dari Bagian Pengadaan Barang/Jasa dan dari sisi kreatifitas konten mereka mendapatkan pelatihan dari praktisi IT,” terangnya.
Pelatihan diikuti sejumlah lembaga kursus dan lembaga pelatihan non formal yang ada di Kota Kediri diantaranya Lembaga Kursus Pelaatihan (LKP), Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), Taman Bacaan Masyarakat (TBM), Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), Forum HIPKI, Forum PKBM dan Forum TBM. Anang berharap melalui pelatihan tersebut lembaga pendidikan non formal bisa meningkatkan kompetensi serta menjadi mitra pendidikan formal.
Sementara itu, Riska Nur Mujadidah peserta dari salah satu Lembaga PKBM mengaku mendukung kegiatan tersebut sebagai upaya memajukan lembaga pendidikan non formal melalui promosi online. Dirinya mengaku belum semua kegiatan di lembaganya masuk dunia marketplace.
Riska berharap setelah mengikuti pelatihan ia bisa berkontribusi memajukan lembaganya dengan memperkenalkan visi misi lembaganya ke masyarakat luas secara online.***
Editor : Muhammad






