Damaremas.com, KEDIRI – CEO Trans Corp, Chairul Tanjung, didampingi M. Nuh, melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo, Kota Kediri, untuk bersilaturahmi dengan para kiai dan menyelesaikan polemik terkait salah satu tayangan Trans7 yang dinilai merendahkan martabat kiai dan pesantren.
Pertemuan antara Chairul Tanjung dengan para kiai Ponpes Lirboyo berlangsung tertutup selama lebih dari dua jam. Dalam pertemuan tersebut, Chairul Tanjung secara langsung menyampaikan permintaan maaf atas tayangan program Xpose yang sempat menimbulkan keresahan di kalangan santri dan masyarakat pesantren.
Pihak Ponpes Lirboyo menerima permintaan maaf tersebut dan menyambut baik itikad baik Trans Corp untuk menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan. Selain itu, Trans7 juga menyatakan kesediaannya memenuhi sejumlah tuntutan yang diajukan para kiai.
Tuntutan tersebut antara lain pemberian sanksi kepada pihak yang terlibat dalam produksi tayangan tersebut, serta penghentian program Xpose dari penayangan. Para kiai juga meminta agar Trans7 memproduksi tayangan positif yang menampilkan kehidupan pesantren secara berimbang, guna mengembalikan citra baik pondok pesantren dan kiai di mata publik.
Abdul Muid Shohib, Pengasuh Ponpes Lirboyo, menyampaikan bahwa pihaknya menghargai langkah cepat dan sikap terbuka yang diambil Chairul Tanjung. “Kami menerima permintaan maaf beliau karena datang langsung dan menunjukkan komitmen untuk memperbaiki,” ujarnya.
Usai pertemuan di Ponpes Lirboyo, Chairul Tanjung melanjutkan kunjungan silaturahmi ke kediaman KH. Anwar Mansur, salah satu kiai sepuh di Kediri. Pertemuan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, menandai berakhirnya polemik yang sempat mencuat antara pihak Trans7 dan kalangan pesantren.






