DAMAREMAS.COM, Kediri – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kediri terus berinovasi dalam membina narapidana agar memiliki keterampilan yang bermanfaat ketika mereka kembali ke masyarakat. Melalui Sarana Asimilasi Edukasi (SAE) yang terletak di Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, para narapidana dilibatkan dalam berbagai kegiatan produktif seperti berkebun, beternak kambing dan ikan, serta memproduksi tempe. Pembinaan ini tidak hanya mengajarkan mereka keterampilan teknis, tetapi juga membuka peluang bagi narapidana untuk meraih penghasilan selama masa tahanan.
Dalam kegiatan sehari-hari di SAE, narapidana terlihat aktif memanen hasil kebun mereka, salah satunya adalah tanaman kangkung. Hasil panen tersebut kemudian dijual kepada masyarakat sekitar, memberikan kesempatan bagi para narapidana untuk merasakan manfaat dari kerja keras mereka. Program ini bertujuan untuk memberikan bekal nyata bagi para narapidana, sehingga saat mereka keluar dari penjara, mereka sudah memiliki keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala Lapas Kediri, Urip Dharma Yoga, menjelaskan bahwa program pembinaan ini tidak hanya fokus pada keterampilan fisik, tetapi juga mendukung stabilitas ekonomi keluarga para narapidana. Langkah ini, menurutnya, membantu mempererat ikatan keluarga serta memotivasi para narapidana untuk berperilaku baik dan produktif selama menjalani hukuman.
“Kami memberikan kesempatan kepada para narapidana untuk menjual sebagian hasil produksi mereka. Uang hasil penjualan biasanya diserahkan kepada keluarga mereka, terutama istri dan anak, sebagai bentuk dukungan finansial,” ungkap Urip Dharma Yoga.
Program pembinaan keterampilan ini dirancang bagi narapidana yang telah menjalani lebih dari separuh masa tahanan mereka dan menunjukkan perilaku yang baik selama di lapas. Selain itu, narapidana yang mengikuti program ini harus mendapatkan dukungan dari keluarga agar tidak mengulangi tindak kejahatan setelah bebas nanti.
Salah satu narapidana yang mengikuti program ini, Yudi, mengungkapkan rasa syukurnya. “Saya sangat bersyukur dengan adanya pembinaan ini. Selain belajar banyak keterampilan, saya juga punya kesempatan untuk menghasilkan uang dan membantu keluarga saya. Ini adalah bekal yang sangat penting bagi saya saat nanti keluar dan kembali ke masyarakat,” ujarnya
Tidak hanya berhenti pada keterampilan berkebun, beternak, dan produksi tempe, Lapas Kediri juga membuka peluang bagi para narapidana untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial lainnya yang berfokus pada pengembangan kepribadian. Program ini bertujuan untuk memberikan mereka bekal holistik, baik dari segi mental, emosional, maupun keterampilan praktis.
Dengan adanya program seperti ini, diharapkan para narapidana dapat memanfaatkan masa tahanan mereka dengan lebih produktif. Setelah kembali ke masyarakat, mereka diharapkan mampu menjadi individu yang lebih baik, siap berkarya, dan tidak mengulangi kesalahan di masa lalu. Lapas Kediri pun berkomitmen untuk terus mengembangkan program-program serupa yang dapat memberikan dampak positif bagi para penghuni lapas.
Program SAE ini menjadi salah satu bukti nyata bahwa pembinaan yang baik di dalam lapas bisa menjadi kunci keberhasilan reintegrasi narapidana ke masyarakat. Keterampilan yang mereka pelajari tidak hanya memberikan harapan bagi mereka pribadi, tetapi juga menjadi modal untuk berkontribusi kepada keluarga dan masyarakat secara lebih luas.






