DAMAREMAS.COM, Kediri – Banjir bandang yang terjadi di Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, menyebabkan jalan utama yang menghubungkan Desa Sepawon dan Desa Wonorejo Trisulo putus sepanjang 10 meter. Akibatnya, aktivitas warga terganggu, dan mereka harus mencari jalur alternatif dengan jarak tempuh lebih jauh.
Hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama tiga jam dari sore hingga petang, Rabu (29/1), mengakibatkan arus deras banjir bandang dari arah pegunungan. Erosi yang terjadi mengikis seluruh badan jalan hingga akhirnya putus total. Tidak hanya jalan yang rusak, banjir juga merobohkan tiang listrik PLT di sekitar lokasi.
Warga kini terpaksa memutar sejauh lima kilometer melewati perkebunan tebu dan karet. Beberapa warga yang memilih jalur darurat harus lebih berhati-hati karena jalannya ekstrem dan melintasi sungai tadah hujan yang licin.
Maya Surya Syahfana, seorang pelajar SMK Negeri 1 Plosoklaten, mengaku harus memutar lebih jauh melewati jalur yang sulit. “Harus lewat hutan karet dan tebu, jalannya enggak layak dilewati,” ungkapnya.
Warga Desa Sepawon, termasuk Abdurrahman, berharap pemerintah segera memperbaiki jalan yang rusak agar aktivitas warga, termasuk pelajar, dapat kembali normal.
“Kami minta segera diperbaiki supaya aktivitas kembali lancar, terutama untuk anak sekolah,” ujar Abdurrahman.






