DAMAREMAS.COM, Kediri – Indonesia tengah menggenjot swasembada gula melalui inovasi besar di sektor pertanian. Salah satu langkah strategisnya adalah Agripreneur Tebu, program pelatihan dan pendampingan untuk generasi muda yang berfokus pada pengelolaan perkebunan tebu secara modern, produktif, dan berkelanjutan. Program ini menargetkan regenerasi petani dengan menghadirkan talenta muda yang siap memimpin transformasi pertanian gula berbasis teknologi.
Dalam program ini, peserta akan mendapatkan pelatihan teknis, dukungan bisnis, dan pendampingan intensif dari para ahli. Mereka juga akan berkolaborasi dengan PT Sinergi Gula Nasional dan sejumlah BUMN untuk mengelola mini estate tebu yang telah disiapkan di Kediri. Langkah ini tak hanya memperkuat produksi gula nasional tetapi juga mempersiapkan Indonesia menjadi swasembada gula pada 2028.
Generasi Muda di Garda Depan Industri Gula Berkelanjutan
Direktur Tanaman Semusim dan Tahunan Ditjenbun Kementerian Pertanian RI, Muhammad Rizal Ismail, menyatakan bahwa program ini menitikberatkan pada modernisasi melalui mekanisasi dan digitalisasi. “Anak muda diharapkan mampu mengelola tanaman tebu dengan pendekatan teknologi. Ini penting untuk memastikan keberlanjutan industri gula di masa depan,” ujarnya.
Dengan fokus pada teknologi dan regenerasi, Agripreneur Tebu menjadi pilar penting dalam mencapai target swasembada gula nasional sekaligus menciptakan peluang besar bagi generasi muda untuk berkontribusi pada sektor pangan strategis.






