DAMAREMAS.COM, Kediri – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri melaporkan inflasi Desember 2024 sebesar 0,52 persen secara month-to-month (m-to-m). Secara year-on-year (y-on-y), inflasi tahunan Kota Kediri mencapai 1,19 persen, yang menjadi salah satu terendah di Jawa Timur. Kenaikan harga terjadi akibat tingginya permintaan selama perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Komoditas penyumbang inflasi terbesar di antaranya adalah telur ayam ras, cabai rawit, dan minyak goreng. Sebaliknya, deflasi tercatat pada emas perhiasan dan beberapa komoditas hortikultura.
Emil Wahyudiono, Kepala BPS Kota Kediri, mengimbau Pemkot untuk mengantisipasi kenaikan harga dengan menjaga distribusi komoditas dan memanfaatkan teknologi penyimpanan, seperti cold storage. Selain itu, masyarakat diharapkan mulai beralih ke bahan pangan tahan lama untuk mengurangi tekanan harga.
Tetuko Erwin Sukarno, Sekretaris TPID Kota Kediri, menyampaikan apresiasi atas peran masyarakat dalam menjaga stabilitas ekonomi. Ia optimis kebijakan pemerintah terkait kenaikan PPN hanya pada barang mewah dapat menjaga daya beli masyarakat pada 2025. Program tambahan seperti makanan bergizi gratis dan pelatihan keterampilan kerja juga akan diluncurkan untuk meningkatkan kesejahteraan warga.
Sumber: Diskominfo Kota Kediri






