Musisi Kediri Dyah Prasadja Rilis Lagu “Selomangleng Kebak Crito”, Angkat Wisata Lokal

foto damaremas
Musisi Kediri Dyah Prasadja (kiri) menyerahkan poster lagu "Selomangleng Kebak Crito" kepada Pj Wali Kota Kediri, Zanariah (tengah), dalam acara peluncuran lagu di Goa Selomangleng, Kediri. Lagu ini bertujuan untuk mempromosikan wisata lokal dan melibatkan Pj Wali Kota serta suaminya dalam video klip. Turut hadir dalam acara, jajaran kepolisian dan tamu undangan. (Sby/DM)

DAMAREMAS.COM, Kediri – Musisi asal Kota Kediri, Dyah Prasadja, merilis lagu berjudul “Selomangleng Kebak Crito” yang terinspirasi dari destinasi wisata bersejarah, Goa Selomangleng. Menariknya, video klip lagu ini turut dibintangi oleh Pj Wali Kota Kediri, Zanariah, dan suaminya.

Lagu Bertema Wisata Lokal dengan Sentuhan Pop Jawa

Dyah Prasadja mengungkapkan bahwa ide lagu ini muncul dari sang suami, yang saat ini menjabat sebagai Kepala UPT Wisata Goa Selomangleng. Lagu bergenre pop Jawa ini bertujuan untuk mempromosikan Goa Selomangleng sebagai destinasi wisata yang memiliki nilai sejarah dan daya tarik tersendiri bagi warga Kediri dan sekitarnya.

Bacaan Lainnya

“Goa Selomangleng memiliki banyak cerita dan kenangan bagi warga Kediri, dari masa muda hingga tua. Lagu ini mencoba merajut kembali kisah-kisah indah di tempat bersejarah ini,” jelas Dyah.

Proses Pembuatan Video Klip

Harianto, sutradara video klip “Selomangleng Kebak Crito”, menyebutkan bahwa proses pengambilan gambar berlangsung selama satu hari. Meski terbilang singkat, tantangan terbesar adalah menyusun alur cerita yang sesuai dengan makna lagu.

“Alur ceritanya harus benar-benar bisa menggambarkan keindahan dan sejarah Goa Selomangleng. Itu menjadi tantangan tersendiri bagi kami,” ujar Harianto.

Dukungan dari Pj Wali Kota Kediri

Pj Wali Kota Kediri, Zanariah, menyambut baik rilis lagu ini. Menurutnya, karya seperti ini dapat menjadi inspirasi bagi musisi, sineas, dan penulis lagu lainnya di Kediri.

“Saya berharap lagu ini bisa membuka jalan bagi munculnya lebih banyak talenta lokal. Kediri memiliki banyak potensi, baik di bidang seni maupun budaya. Tinggal bagaimana kita memberikan ruang dan kesempatan untuk mereka berkarya,” tutur Zanariah.

Zanariah juga menegaskan bahwa kualitas musisi dan seniman Kediri tidak perlu diragukan, meskipun masih ada tantangan dalam hal promosi dan kesempatan untuk tampil di kancah yang lebih luas.

“Selomangleng Kebak Crito” diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam memperkenalkan lebih banyak destinasi wisata Kediri melalui seni dan musik, sekaligus membangkitkan semangat para kreator lokal untuk terus berkarya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *