6 Jenis Penyakit Autoimun yang Wajib Kalian Tahu, Salah Satunya Diabetes!

Ilustrasi jenis penyakit autoimun yang wajib kalian tahu

DAMAREMAS.COM – Mungkin bagi sebagian besar orang, penyakit autoimun merupakan salah satu penyakit langka yang masih jarang dialami oleh manusia.

Namun tahukah kalian, jika sebenarnya ada salah satu penyakit yang banyak dialami masyarakat yang ternyata termasuk dalam penyakit autoimun?

Bacaan Lainnya

Seperti mengutip dari laman halodoc, ada sekitar 80 jenis penyakit autoimun yang memiliki gejala serupa.

Hal ini sering kali menyulitkan proses diagnosis dan penentuan jenis penyakit autoimun yang dialami seseorang.

Penyakit autoimun sendiri terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel sehat yang ada dalam tubuh manusia.

Melansir dari laman alodoc, berikut adalah beberapa jenis penyakit autoimun yang paling sering dialami oleh masyarakat :

1. Diabetes Tipe 1

Diabetes tipe 1 umumnya terdiagnosis pada masa kanak-kanak atau awal usia dewasa.

Penyakit ini terjadi karena sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel pankreas yang bertugas memproduksi insulin.

Akibatnya, produksi insulin terganggu sehingga tubuh tidak mampu mengatur kadar gula darah.

Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan pada organ seperti ginjal, mata, otak, jantung, atau pembuluh darah.

Pengobatan yang dilakukan pada penderita diabetes tipe 1 melibatkan pemberian suntikan insulin.

Selain itu, penderita perlu memantau kadar gula darah secara rutin, mengonsumsi makanan rendah gula dan lemak, serta menjalani olahraga teratur.

2. Lupus

Lupus, atau systemic lupus erythematosus (SLE), adalah penyakit yang menyebabkan antibodi menyerang hampir semua jaringan tubuh.

Bagian tubuh yang paling sering terkena dampak meliputi sendi, paru-paru, ginjal, kulit, jaringan penyambung, pembuluh darah, sumsum tulang, dan saraf.

Hingga saat ini, belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan penyakit lupus ini.

Penanganan lupus bertujuan untuk menekan sistem kekebalan tubuh, mengurangi peradangan, dan mencegah kerusakan organ lebih lanjut.

3. Psoriasis

Psoriasis terjadi akibat aktivitas berlebihan dari sistem kekebalan tubuh, khususnya sel-T, yang memicu pertumbuhan kulit lebih cepat dari normal.

Akibatnya, kulit menjadi bersisik dengan bercak-bercak yang mengelupas dan meninggalkan lapisan putih mengkilap.

Penanganan psoriasis meliputi pemberian obat penekan sistem kekebalan tubuh, seperti kortikosteroid, serta terapi cahaya untuk membantu mengontrol gejalanya.

4. Rheumatoid Arthritis

Rheumatoid arthritis merupakan salah satu penyakit yang umum terjadi dan sering dialami masyarakat.

Pada kondisi ini, sistem kekebalan tubuh menghasilkan antibodi yang menyerang pelapis sendi, sehingga menyebabkan peradangan, pembengkakan, dan nyeri.

Jika peradangan tidak diobati, kerusakan pada sendi dapat menjadi permanen dan bahkan melibatkan bagian tubuh lain, seperti kulit, mata, dan paru-paru.

Pengobatan biasanya melibatkan obat minum atau suntik yang berfungsi untuk menekan aktivitas sistem kekebalan tubuh.

5. Multiple Sclerosis (MS)

Multiple sclerosis, atau MS, terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel saraf.

Kondisi ini dapat menimbulkan berbagai gejala serius, seperti nyeri, kebutaan, gangguan koordinasi, dan spasme otot.

Gejala lain yang mungkin muncul adalah tremor, mati rasa di tungkai, kelumpuhan, kesulitan berbicara, atau berjalan.

Penanganan MS melibatkan pemberian obat-obatan untuk menekan sistem kekebalan tubuh, serta terapi fisik dan okupasi untuk membantu pasien menjalani aktivitas sehari-hari.

6. Penyakit Graves

Penyakit Graves adalah gangguan autoimun yang membuat kelenjar tiroid menjadi terlalu aktif.

Gejalanya meliputi kesulitan tidur, mudah marah, penurunan berat badan tanpa sebab, dan mata yang tampak menonjol.

Gejala lainnya dapat berupa pembengkakan di leher, sensitivitas terhadap hawa panas, kelemahan otot, atau tremor.

Pengobatan Graves bisa melibatkan pil radioaktif iodium untuk menghancurkan sel tiroid yang terlalu aktif, obat anti-tiroid, beta blocker, atau kortikosteroid.

Dalam beberapa kasus, prosedur pembedahan mungkin diperlukan untuk mengatasi kondisi ini.

Itulah beberapa jenis penyakit autoimun yang sering dialami masyarakat. Jangan lupa selalu jaga kesehatan tubuh agar terbebas dari berbagai penyakit berbahaya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *