DAMAREMAS.COM – Setelah 26 tahun berkarier di MotoGP, Valentino Rossi pensiun sebagai juara dunia dengan sembilan kali gelar juara dunia. Lantas bagaimana kemajuan dunia balap tanpa hadirnya the doctor?
Ketika tes MotoGP dimulai di Sepang dalam tiga minggu, itu akan menjadi MotoGP pramusim pertama tanpa Valentino Rossi sejak 1995. Setelah 26 tahun mengukir sejarah di sirkuit MotoGP dan meninggalkan olahraga ini sebagai juara dunia sembilan kali, tentu akan menurunkan popularitas olahraga setelah salah satu ikon globalnya hilang.
Karakter bernama The Doctor semakin populer sepanjang karirnya karena karismanya yang menarik. Kepopuleran Rossi secara tidak langsung menjadikan MotoGP sebagai olahraga yang bisa diterima semua kalangan.
Yamaha juga mendapat pengaruh dari popularitas Rossi untuk meningkatkan nilai merek mereka dan kekuatan merek mereka. CEO Yamaha Motor Company Yoshihiro Hidaka bahkan menyarankan untuk menunjuk Rossi sebagai pensiunan duta besar Yamaha.
Baca juga : Raihan Prestasi Valentino Rossi Di Dunia Balap
Rossi bergabung bersama Yamaha selama 16 musim di kelas utama antara 2004-2010 dan 2013-2021. Pebalap asal Tavullia, Italia itu mencatatkan empat dari sembilan gelar juara Rossi bersama pabrikan garpu tala tersebut.
Mungkin jutaan penggemar Rossi masih menantikan setiap akhir pekan balapan dan mencari pembalap baru untuk mendukung mereka. Atau mereka kehilangan minat dan mencari olahraga lain untuk diikuti.
Bagaimanapun, ini adalah momen penting untuk olahraga yang telah berkembang pesat di era Rossi dan sekarang harus terus berjalan tanpa dia. Namun hanya sedikit yang tetap optimis tentang masa depan MotoGP tanpa Rossi, termasuk mantan bosnya di Yamaha, yang menunjuk Formula 1 sebagai contohnya.
Menurut pihak Inggris, F1 telah kehilangan beberapa pembalap sejak debut Rossi pada 1996, namun talenta baru terus tampil kurang menarik. Dia benar-benar ikon dan aset berharga bagi merek yamaha dan mereka juga berharap dapat melanjutkannya dan mempertahankan hubungan dengan rossi.
Direktur olahraga Ducati, Paolo Ciabatti, juga percaya bahwa balapan cepat dapat mencegah para penggemar Valentino Rossi berpaling dari mereka, tetapi mengingat bahwa olahraga tersebut harus bekerja lebih keras untuk mendapatkan perhatian yang sama.
Sementara itu Alberto Puig dari Repsol Honda percaya bahwa kualitas kompetisi adalah yang terpenting dan bahwa “hidup terus berjalan”. Dalam sejarah olahraga ini ada banyak pembalap hebat, Valentino salah satunya, tapi ada banyak pembalap hebat dan mereka masih hidup.
Baca juga : Perjalanan Karir Valentino Rossi, Juarai 4 Kelas Berbeda dalam 7 Tahun
Mengutip dari bolasport.com salah satu legenda MotoGP, Giacomo Agostini, menjelaskan beberapa alasan yang membuat MotoGP saat ini kurang diminati. Jumlah penonton MotoGP yang datang langsung ke lintasan menurun signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Misalnya, hanya 74.078 penonton yang hadir di MotoGP Italia 2022 dari Jumat hingga Minggu. Penurunan juga terjadi pada MotoGP San Marino 2022, dimana hanya 101.440 orang yang datang untuk menyaksikan langsung MotoGP.
Dibandingkan MotoGP kemarin yang bisa disaksikan secara langsung, terlihat jelas penurunannya. Pada 2019, total 159.120 orang menyaksikan MotoGP dari sela-sela Sirkuit Misano Italia.






