DAMAREMAS.COM, Kediri – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor pertanian dengan menyalurkan 216 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani di Kabupaten Kediri, Rabu (5/8/2026).
Bantuan yang diserahkan secara langsung di Lapangan Belakang Pemerintah Kabupaten Kediri tersebut terdiri atas 143 unit irigasi perpompaan, 23 unit traktor roda dua, 22 unit traktor roda empat, 23 unit rice transplanter, dua unit cultivator, dua unit alat pascapanen kopi, serta satu unit drone pertanian.
Menurut Mas Dhito, bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Kediri untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
“Harapannya dengan bantuan yang disalurkan hari ini teman-teman petani bisa meningkatkan produktivitas hasil pertaniannya,” kata Mas Dhito usai penyerahan bantuan.
Ia menegaskan, sektor pertanian menjadi salah satu penyumbang utama Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Kediri. Karena itu, pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan terhadap kebutuhan petani selama mampu mendorong peningkatan hasil produksi.
“Total tadi ada 216 yang telah kita berikan dan ini akan terus berlanjut karena sektor pertanian menjadi komoditas utama di Kabupaten Kediri,” ungkapnya.
Selain menyerahkan bantuan alsintan, Mas Dhito juga mengingatkan pentingnya perlindungan jaminan sosial bagi para petani. Ia meminta kelompok tani (Poktan) maupun gabungan kelompok tani (Gapoktan) mendaftarkan anggotanya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri Sukadi menjelaskan, bantuan alsintan diharapkan tidak hanya meningkatkan efisiensi usaha tani, tetapi juga mampu menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian.
Menghadapi prediksi musim kemarau panjang pada 2026, pemerintah daerah juga telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi. Selain mempermudah akses petani terhadap BBM bersubsidi untuk kebutuhan pengairan, Dinas Pertanian dan Perkebunan telah melakukan verifikasi terhadap 221 unit pompa air yang sebelumnya telah disalurkan kepada kelompok tani.
Pompa-pompa tersebut dipastikan siap dioperasikan guna memenuhi kebutuhan irigasi lahan pertanian selama musim kemarau.
Di samping itu, Pemerintah Kabupaten Kediri juga mempercepat pembangunan sumur submersible sebagai upaya memperkuat ketersediaan air bagi sektor pertanian.
“Tahun 2026 ini kami juga sedang mempercepat proses pelaksanaan pekerjaan fisik pembangunan sumur submersible. Insyaallah tahun ini akan ada 532 titik yang akan kita bangun di Kabupaten Kediri,” ujar Sukadi.(Adv)






