Pemkot Kediri Jadi Rujukan Studi Tiru WBK

FOTO DM
Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menerima kunjungan studi tiru dari DPMPTSP Kota Batu, Jumat (29/8). Rombongan yang berjumlah 13 orang itu datang untuk mempelajari pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK).

DAMAREMAS.COM, Kediri – Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menerima kunjungan studi tiru dari DPMPTSP Kota Batu, Jumat (29/8). Rombongan yang berjumlah 13 orang itu datang untuk mempelajari pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK).

Sebagai informasi, DPMPTSP Kota Kediri telah meraih predikat WBK dari Kementerian PANRB pada tahun 2022.

Bacaan Lainnya

Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Kepala DPMPTSP Kota Kediri, Edi Darmasto. Dalam sambutannya, Edi menyampaikan rasa senang karena dipilih sebagai tempat studi tiru. Ia menjelaskan, dalam membangun ZI pihaknya selalu fokus pada enam area perubahan, yakni manajemen perubahan, penataan tata laksana, manajemen sumber daya manusia, penguatan akuntabilitas, penguatan pengawasan, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Kami berusaha maksimal agar enam area perubahan ini dipahami oleh seluruh ASN sehingga satu frekuensi. Selain itu, kami mengoptimalkan pemanfaatan media sosial, menciptakan terobosan kinerja, konsisten melakukan evaluasi berkala, serta berkolaborasi dengan tim penilai internal,” terangnya.

Edi juga mengungkapkan kunci sukses DPMPTSP Kota Kediri dalam meraih predikat WBK, yaitu komitmen, penyusunan peta risiko, inovasi, pemanfaatan teknologi informasi, dokumentasi, monitoring dan evaluasi, serta kolaborasi.

Di akhir kegiatan, Kepala DPMPTSP Kota Batu, Dyah Lies Tina, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada DPMPTSP Kota Kediri atas materi yang diberikan. Ia menuturkan bahwa pihaknya saat ini tengah berproses membangun ZI dan akan menghadapi penilaian wawancara pada 19 September mendatang.

“Hasil studi banding hari ini sangat bermanfaat karena banyak hal yang sebelumnya belum kami ketahui akhirnya terjawab di sini. Penjelasan Bapak Kadis sangat membantu kami dalam membangun ZI, sehingga bisa menjadi panduan untuk persiapan penilaian ke depan,” ujarnya.

Dyah pun berharap mendapat doa restu agar penilaian berjalan lancar dan Kota Batu dapat menyusul Kota Kediri dalam meraih predikat WBK.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *