Warga Kediri Hidup di Rumah Tak Layak Huni Selama 50 Tahun, Belum Pernah Dapat Bantuan Pemerintah

Ironi Kota Kaya: Di tengah gemerlap Kota Kediri, terselip potret kehidupan Rohman, warga yang bertahan hidup di rumah tak layak huni. Tanpa atap yang utuh, tanpa kamar mandi, dan berdinding retak, tempat tinggalnya jauh dari kesan layak. (Sby/DM)

DAMAREMAS.COM, Kediri – Kondisi mengenaskan sebuah rumah di Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, mengundang perhatian publik. Rumah tersebut milik seorang warga lanjut usia bernama Rohman, yang telah tinggal di bangunan tersebut selama lebih dari 50 tahun. Sayangnya, rumah tersebut jauh dari kata layak huni; atap yang banyak roboh, dinding retak, serta tidak ada fasilitas kamar mandi menjadi pemandangan sehari-hari bagi Rohman. Setiap hujan turun, Rohman terpaksa berlindung di sudut rumahnya yang hampir ambruk.

“Saya hanya bisa berteduh di pojok rumah, bagian lain sudah tidak aman lagi,” ungkap Rohman, yang sejak kepergian istrinya empat tahun lalu hidup sendirian.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Rohman bekerja serabutan sebagai buruh tani atau kuli bangunan. Hingga kini, ia belum pernah menerima bantuan pemerintah seperti Program Keluarga Harapan (PKH) atau Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Situasi ini akhirnya membuat Dinas Sosial (Dinsos) Kota Kediri turun tangan dengan memberikan bantuan sembako dan selimut. Widya Purna Nurhuda, Kepala Bidang Perlindungan Jaminan Sosial Dinsos Kota Kediri, mengakui bahwa keterlambatan bantuan disebabkan kendala administrasi kependudukan.

“Kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melihat kemungkinan perbaikan rumah Pak Rohman agar lebih layak huni,” ujar Widya, seraya berharap solusi jangka panjang bisa segera direalisasikan bagi warga yang terpinggirkan ini.

Meskipun telah bertahan dalam kondisi yang sulit, Rohman tetap optimis dan berharap ada perubahan yang dapat memberikan kenyamanan di masa tuanya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *