DAMAREMAS.COM , Kediri – Moch. Fauzanu Hidayatussofyan, siswa kelas 8 di MTsN 4 Kediri, telah berhasil mengukir prestasi gemilang dalam dunia olahraga catur. Moch. Fauzanu meraih gelar juara dalam turnamen catur Piala Bupati yang diselenggarakan di Hall Convention Simpang Lima Gumul (SLG) Kabupaten Kediri. 30/12/2023
Turnamen ini diikuti oleh siswa-siswa dari berbagai sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) di wilayah Kabupaten Kediri. Moch. Fauzanu, yang merupakan putra dari Moch. Sofyan, tampil memukau dan berhasil mengungguli pesaing-pesaingnya dalam persaingan sengit.
Pertandingan menggunakan sistem swiss dengan waktu pikir 15 menit plus 5 detik pergerakan hingga 5 babak, yang ditentukan oleh panitia. Moch. Fauzanu Hidayatussofyan memanfaatkan setiap momen dengan bijak, menggambarkan kemampuannya dalam berpikir cepat dan mengambil keputusan taktis.
Hall Convention SLG menjadi saksi dari pertandingan catur yang penuh strategi dan ketangkasan ini. Moch. Fauzanu menunjukkan keahlian caturnya yang luar biasa sejak awal turnamen hingga babak akhir. Ia berhasil mengatasi setiap tantangan dengan kepandaian dan fokus yang luar biasa, menunjukkan bahwa bakatnya dalam dunia catur sangatlah istimewa.
Piala Bupati merupakan ajang tahunan yang dinanti-nanti oleh para pecinta catur di Kabupaten Kediri. Turnamen ini tidak hanya memberikan kesempatan bagi para pemain catur muda untuk bersaing, tetapi juga untuk memperkuat persaudaraan di antara sekolah-sekolah di wilayah tersebut.
Moch. Fauzanu Hidayatussofyan mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh keluarga, teman-teman, dan guru-gurunya. “Ini adalah kemenangan kita bersama. Saya berterima kasih kepada semua yang telah memberikan dukungan dan motivasi selama turnamen,” ujar Moch. Fauzanu.
Prestasi cemerlang Moch. Fauzanu Hidayatussofyan di turnamen catur Piala Bupati semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pemain catur berbakat di Kabupaten Kediri. Semoga prestasi ini dapat menjadi pijakan bagi karir caturnya yang lebih gemilang di masa depan.
Reporter: sono






