DAMAREMAS.COM – Pada era digital yang serba terkoneksi ini, banyak dari kita merasa harus selalu “ikut terlibat” dalam segala hal.
Mulai dari menghadiri acara, update media sosial, hingga mencoba tren terbaru, semua seringkali membuat kita tenggelam dalam rasa takut ketinggalan yang dikenal sebagai Fear of Missing Out (FOMO).
Namun, disisi lain, ada sebuah konsep yang berlawanan dengan Fomo, yaitu Joy of Missing Out (JOMO).
JOMO adalah perasaan bahagia saat memilih untuk tidak terlibat dalam berbagai hal yang terjadi di luar sana.
Alih-alih merasa tertinggal, orang dengan konsep JOMO akan menikmati waktu sendiri, fokus pada hal yang benar-benar penting, dan mengurangi tekanan sosial.
Apakah kamu salah satunya? Berikut adalah beberapa tanda orang yang menerapkan konsep JOMO dalam kehidupan mereka.
1. Tidak Merasa FOMO Ketika Melihat Media Sosial
Orang yang menerapkan konsep ini tidak terganggu oleh unggahan teman yang memamerkan momen seru, seperti liburan ke tempat eksotis atau makan di restoran mewah.
Mereka tidak merasa iri atau tertekan untuk melakukan hal serupa. Sebaliknya, mereka memahami bahwa kebahagiaan tidak selalu harus dibagikan secara publik.
2. Lebih Fokus pada Kehidupan Nyata
Mereka yang mempraktikkan konsep ini lebih memilih untuk menikmati momen dalam kehidupan nyata dibandingkan mengejar validasi online.
Mereka bisa bahagia dengan duduk santai membaca buku, menghabiskan waktu bersama keluarga, atau sekadar menikmati waktu sendiri tanpa gangguan notifikasi ponsel.
3. Memiliki Batasan Digital yang Jelas
Orang yang menerapkan konsep ini cenderung membatasi penggunaan media sosial atau teknologi lainnya.
Mereka mungkin sengaja tidak memeriksa ponsel di pagi hari atau bahkan mengatur waktu tertentu untuk digital detox.
Hal ini memungkinkan mereka untuk lebih fokus pada hal-hal yang benar-benar penting.
4. Bahagia dengan Me Time
Jika kamu merasa bahagia dan puas ketika menghabiskan waktu sendirian, misalnya menonton film, berkebun, atau hanya merenung, itu tanda bahwa kamu menjalani konsep ini.
Mereka yang menerapkan konsep ini tidak merasa kesepian ketika sendiri, melainkan justru menemukan kebahagiaan dari waktu tersebut.
5. Tidak Takut Melewatkan Tren
Orang yang menerapkan konsep ini tidak merasa perlu untuk ikut-ikutan dalam setiap tren baru, baik itu fashion, teknologi, atau gaya hidup.
Mereka nyaman dengan apa yang mereka miliki dan lebih fokus pada apa yang benar-benar relevan untuk hidup mereka.
6. Mampu Mengatakan “Tidak” dengan Santai
Jika kamu sering menolak ajakan dengan tenang tanpa merasa bersalah, ini adalah tanda lain bahwa kamu seorang yang tidak selalu mengikuti trend di sosial media.
Mereka tidak ragu untuk menolak sesuatu yang tidak sesuai dengan prioritas atau kebutuhan mereka saat itu.
7. Menghargai Hidup yang Sederhana
Orang yang hidup dengan konsep ini sering kali menikmati kehidupan yang sederhana.
Mereka tidak terpaku pada kemewahan atau kesuksesan yang terlihat di luar, melainkan lebih peduli pada kedamaian batin dan kualitas hidup.
JOMO adalah pilihan hidup yang menawarkan kebebasan dan ketenangan di tengah hiruk-pikuk dunia modern.
Jika kamu merasa tanda-tanda di atas relevan dengan dirimu, mungkin kamu sudah menerapkan konsep JOMO dalam hidupmu.
Jadi, tidak ada salahnya untuk melewatkan sesuatu, asalkan itu membuatmu lebih bahagia dan seimbang. Apakah kamu salah satu orang JOMO?






