DAMAREMAS.COM – KEDIRI – Dalam tiga tahun terakhir, Pie Nanas Candaria muncul sebagai salah satu oleh-oleh khas Kediri yang paling diburu wisatawan. Kue kering berbahan nanas dari lereng Gunung Kelud ini dikenal memiliki rasa gurih, manis, dan renyah, serta dibanderol dengan harga terjangkau. Tak hanya diminati pasar lokal, produk UMKM ini bahkan sudah dinikmati warga Indonesia di Hongkong dan Taiwan.
Ratih Kusama Dewi, perajin asal Desa Sukorejo, Kecamatan Ngasem, Kediri, menceritakan bahwa usahanya ini lahir dari situasi sulit saat pandemi Covid-19. Bisnis busana gamis yang ia jalankan menurun drastis. Kondisi tersebut memaksanya mencari peluang baru dari kesenangan membuat kudapan saat Lebaran.
“Waktu pandemi, usaha gamis saya benar-benar drop. Karena suka bikin kue, saya coba mengolah nanas jadi pie. Kebetulan di Kediri nanas itu melimpah,” ujar Ratih saat ditemui di rumah produksinya.
Ia memilih nanas sebagai bahan utama karena menjadi komoditas unggulan Kabupaten Kediri yang banyak ditanam warga di kawasan lereng Gunung Kelud. Hasil percobaan berulang akhirnya melahirkan Pie Nanas Candaria yang kini makin dikenal.
DAMAREMAS TV https://youtu.be/J3F_0qNYTWk
Dalam tiga tahun berjalan, pie buatannya diterima luas di pasaran. Produk ini menjadi camilan favorit sekaligus oleh-oleh khas yang kerap dipesan wisatawan.
Ratih menuturkan, kapasitas produksi kini meningkat pesat. Usahanya melibatkan 25 tenaga kerja lokal. “Dalam sehari kami bisa menghabiskan sekitar 60 kilogram nanas. Kalau pas Lebaran bisa sampai 100 kilogram,” ungkapnya.
Dari bahan baku tersebut, dihasilkan sekitar 60 hingga 70 kotak pie setiap hari, dengan masing-masing kotak berisi sembilan buah.
Tak hanya dipasarkan secara offline, Pie Nanas Candaria juga aktif dijual melalui marketplace dan media sosial. Permintaan pun datang dari berbagai kota di Indonesia, bahkan hingga luar negeri.
“Banyak pelanggan di Hongkong dan Taiwan yang pesan untuk kebutuhan acara keluarga. Mereka bilang rasanya cocok dan unik,” jelas Ratih.
Untuk harga, Pie Nanas Candaria dibanderol mulai Rp15.000 hingga Rp36.000 per kotak, bergantung ukuran. Cita rasa gurih, manis, dan renyah menjadi alasan produk ini semakin diminati pasar.






