DAMAREMAS.COM, Kediri – Menjelang bulan suci Ramadan, puluhan ribu santri Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo, Kota Kediri, mengikuti program mudik bareng dengan menggunakan ratusan armada bus. Kegiatan mudik ini dipusatkan di Aula Muktamar Ponpes Lirboyo dan berlangsung tertib.
Sebanyak 344 unit bus disiapkan untuk mengangkut para santri menuju berbagai daerah di Pulau Jawa hingga luar Jawa, seperti Sumatera, Sulawesi, Lampung, dan Jambi. Mudik bareng dilaksanakan secara bertahap selama dua hari, yakni Kamis dan Jumat, setelah seluruh kegiatan belajar mengajar di pondok pesantren diliburkan.
Para santri diberi kesempatan untuk pulang ke kampung halaman dan berkumpul bersama keluarga mulai Kamis, 29 Januari hingga Kamis, 6 April 2026, sebelum aktivitas pondok kembali berjalan normal.
Salah satu santri asal Lampung, Moh Tajudin, mengaku bersyukur dapat mengikuti program mudik bareng yang difasilitasi pondok pesantren.
“Alhamdulillah kami bisa mudik dengan aman dan tertib. Kami juga diingatkan pengasuh agar selama libur tetap menjaga adab, akhlak, dan nama baik Pondok Pesantren Lirboyo di lingkungan masing-masing,” ujarnya.
Untuk santri asal Lampung sendiri, tercatat sekitar 1.200 santri mudik secara bertahap menggunakan armada bus yang telah disediakan.
Pengasuh Ponpes Lirboyo, KH Oing Abdul Muid, menyampaikan bahwa total santri yang mengikuti mudik bareng dalam dua hari ini mencapai 17.409 orang. Para santri diberangkatkan menuju 95 daerah di berbagai wilayah Indonesia.
“Total ada 17.409 santri yang mudik menggunakan 344 armada bus. Saat ini jumlah santri Ponpes Lirboyo mencapai lebih dari 40 ribu orang. Sebagian santri tidak mudik karena masih mengikuti program tahfidz atau hafalan Al-Qur’an,” jelas KH Oing Abdul Muid.
Program mudik bareng ini rutin digelar Ponpes Lirboyo setiap menjelang Ramadan sebagai bentuk pelayanan dan perhatian pondok pesantren terhadap para santri, sekaligus untuk memastikan perjalanan mudik berlangsung aman dan terkoordinasi.






