DAMAREMAS.COM,Nganjuk – Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, pedagang bendera merah putih dan atribut kemerdekaan mulai menjamur di berbagai titik Kabupaten Nganjuk. Fenomena ini menjadi pemandangan khas setiap memasuki bulan Agustus, terutama di sepanjang jalan utama pusat kota.
Salah satu lokasi yang ramai dikunjungi pembeli berada di depan Gereja Katolik Paroki Santo Paulus, Jalan Diponegoro, Kelurahan Ganung Kidul, Kecamatan Nganjuk. Di tempat ini, seorang pedagang bernama Kurniawan mengaku mampu meraup keuntungan hingga Rp2 juta hanya dalam tiga hari berjualan.
Kurniawan, pedagang musiman asal Garut, Jawa Barat, telah menekuni usaha ini sejak 2010. Setiap tahun, ia berkeliling dari kota ke kota untuk menjajakan atribut kemerdekaan seperti bendera merah putih berbagai ukuran, umbul-umbul, hingga dekorasi khas perayaan 17 Agustus.
“Alhamdulillah, tahun ini lebih ramai dibanding tahun kemarin. Tiga hari jualan bisa untung dua juta rupiah. Mudah-mudahan tahun depan lebih ramai lagi,” ujar Kurniawan.
Harga yang ia tawarkan bervariasi, mulai dari Rp35 ribu hingga Rp60 ribu, tergantung ukuran dan jenis bendera. Selain itu, ia juga menyediakan umbul-umbul dengan berbagai motif dan model yang menarik perhatian warga.
Lapak Kurniawan buka setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 18.00 WIB. Aktivitas ini akan terus berlanjut hingga mendekati 17 Agustus, ketika permintaan bendera dan dekorasi biasanya memuncak.
Meningkatnya penjualan tahun ini menjadi harapan baru bagi pedagang musiman seperti Kurniawan, sekaligus menjadi indikator meningkatnya antusiasme masyarakat menyambut HUT ke-80 Republik Indonesia.






