Mobil Kajari Kediri Dihadang Dua Pria Tak Dikenal, Lepaskan Tembakan Peringatan

kajari kediri
Mobil dinas berpelat merah milik Kajari Kabupaten Kediri, Pradhana Probo Setyarjo, terlibat insiden di Simpang Tiga Kodim 0809 Kediri. Dua pria tak dikenal terlihat menghadang mobil dan terlibat konfrontasi, hingga Kajari harus melepaskan tembakan peringatan. (Foto: tangkapan layar video amatir yang beredar di sosial media)

DAMAREMAS.COM, Kediri – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Kediri, Pradhana Probo Setyarjo, menghadapi insiden mengerikan di Simpang Tiga Kodim 0809 Kediri. Mobil dinasnya dihadang oleh dua pria tak dikenal, yang memaksanya mengambil langkah tegas dengan melepaskan tembakan peringatan ke udara.

Rekaman Video Viral
Video amatir yang merekam kejadian ini viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, terlihat dua pria mengendarai sepeda motor menghentikan mobil berpelat merah milik Kajari. Salah satu pria bahkan membawa kamera dan terus merekam situasi. Kedua pria itu terlibat adu argumen dengan Kajari, yang saat itu sedang bersama keluarganya usai makan malam.

Bacaan Lainnya

Merasa terancam, Kajari mengambil senjata api untuk mengamankan diri. Namun, kedua pria tersebut justru mencoba merebut senjata tersebut, memaksa Kajari melepaskan tembakan peringatan ke udara.

Penyelidikan Berlanjut
Kasi Intelijen Kejari Kabupaten Kediri, Iwan Nuzuardi, mengonfirmasi bahwa insiden ini tengah diselidiki lebih lanjut. “Kejadian ini terjadi di Simpang Tiga Kodim 0809 Kediri saat Kajari bersama keluarganya. Kedua pria itu datang dan terus merekam video, hingga akhirnya terjadi ancaman serius,” jelasnya.

Kapolres Kediri Kota, AKBP Bramastyo Priaji, juga menyatakan bahwa motif kedua pelaku masih dalam pendalaman. “Kami sedang melakukan penyelidikan intensif. Penggunaan senjata api oleh Kajari sudah sesuai aturan untuk melindungi dirinya dan keluarganya,” ujar Kapolres.

Keselamatan Penegak Hukum
Kapolres menambahkan bahwa jaksa diperbolehkan membawa senjata api sesuai ketentuan hukum yang berlaku, khususnya untuk menjaga keselamatan dalam melaksanakan tugas. Kejadian ini menjadi peringatan penting terkait keselamatan aparat penegak hukum di lapangan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *