DAMAREMAS.COM, Kediri – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Forum Aliansi Mahasiswa Intelektual (FAMI) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri, Senin (24/2) siang. Mereka menuntut Kejari segera menuntaskan dugaan korupsi dana hibah program bantuan 1.000 ekor sapi yang diberikan kepada lima kelompok peternak di Kecamatan Ngadiluwih.
Aksi ini merupakan demonstrasi kedua yang digelar FAMI sebagai bentuk kekecewaan terhadap Kejari Kabupaten Kediri. Koordinator aksi, Rizki Slamet Hartanto, menyatakan bahwa hingga kini belum ada penetapan tersangka dalam kasus tersebut, bahkan muncul indikasi penghentian proses hukum.
Menanggapi tuntutan mahasiswa, Kepala Kejari Kabupaten Kediri mengungkapkan adanya berbagai upaya pelemahan dalam pengungkapan kasus ini. Ia juga menyinggung peristiwa yang menimpa dirinya beberapa waktu lalu sebagai salah satu bentuk tekanan terhadap penyelidikan.
Sementara itu, Kasi Intel Kejari Kabupaten Kediri, Iwan Nuzuardhi, menegaskan bahwa proses hukum masih berjalan. Saat ini, Kejari menunggu hasil penyelidikan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) sebagai dasar kelanjutan kasus.
Sebagai informasi, pada 2021, lima kelompok peternak sapi di empat desa Kecamatan Ngadiluwih menerima bantuan 1.000 ekor sapi melalui program Korporasi Sapi dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian. Namun, program ini diduga bermasalah hingga memicu dugaan korupsi yang kini dituntut untuk dituntaskan.






