Lapak Diundi, Pedagang Berharap Revitalisasi Pasar Ngadiluwih Dongkrak Penjualan

FOTO DM
Sejumlah pedagang mengikuti proses pengundian lapak di Pasar Ngadiluwih, Kabupaten Kediri. Pengundian dilakukan untuk memastikan pembagian tempat berjualan berlangsung tertib dan adil sebelum pedagang menempati bangunan pasar hasil revitalisasi.

DAMAREMAS.COM, Kediri – Setelah dua tahun menempati Tempat Penampungan Pedagang Sementara (TPPS), para pedagang Pasar Ngadiluwih kini mulai bersiap kembali menempati bangunan pasar yang telah direvitalisasi. Mereka berharap wajah baru pasar yang lebih bersih, tertata, dan representatif mampu menarik lebih banyak pembeli sehingga aktivitas ekonomi kembali bergairah.

Revitalisasi Pasar Ngadiluwih yang sebelumnya terbakar pada 2022 tersebut kini hampir sepenuhnya rampung. Seiring penyelesaian pembangunan, Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian mulai melakukan pengundian lapak bagi para pedagang.

Bacaan Lainnya

Para pedagang pun menyambut antusias proses tersebut. Mereka berharap dapat segera pindah dan berjualan di tempat yang baru. Pasalnya, selama berjualan di TPPS, omzet yang diperoleh dinilai belum maksimal.

Salah seorang pedagang pakaian, Siti Muzayanah, mengaku lebih senang jika bisa kembali berjualan di bangunan pasar. Ia berharap kondisi pasar yang lebih baik dapat meningkatkan jumlah pengunjung dan berdampak pada penjualannya.

“Saya lebih senang di sana (Pasar Ngadiluwih). Saya berharap pasarnya lebih ramai dan laris,” ucap Siti.

Harapan serupa disampaikan Rizal, pedagang ayam. Menurutnya, bangunan pasar yang kini lebih representatif diharapkan mampu mendongkrak penjualan. Berkaca dari geliat ekonomi di Pasar Wates yang menjadi percontohan, ia optimistis aktivitas perdagangan di Pasar Ngadiluwih juga dapat kembali berkembang.

Mewakili pedagang lainnya, Rizal turut menyampaikan apresiasi kepada Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau Mas Dhito atas perhatian terhadap keberlangsungan Pasar Ngadiluwih.

“Kita lihat ke depannya, semoga setelah pindah ke pasar yang baru, ekonominya berjalan lebih baik lagi,” katanya.

Pasar Ngadiluwih hasil revitalisasi tersebut menyediakan 705 tempat berjualan yang terdiri dari kios, lapak, dan area food court. Sementara itu, berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kediri, terdapat 714 pedagang yang terdata, dengan 76 orang di antaranya masuk dalam daftar tunggu.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih, menjelaskan bahwa proses pembagian zonasi telah dilakukan pada akhir Oktober lalu. Saat ini, pihaknya fokus melaksanakan pengundian lapak berdasarkan zonasi yang telah ditetapkan.

Pengundian tersebut dilakukan sesuai instruksi Mas Dhito agar pembagian tempat berjualan berlangsung transparan dan adil. Dengan demikian, setiap pedagang memiliki kesempatan mendapatkan lokasi tanpa harus berebut lapak.

“Setelah pengundian, dijadwalkan pada minggu kedua hingga keempat November, pedagang akan melakukan pembuatan sekaligus pemasangan lapak jualan,” jelasnya.

Sebelumnya, Mas Dhito juga berpesan agar pembagian lapak dilakukan secara merata dan adil. Terlebih, jumlah tempat berjualan yang disediakan telah disesuaikan dengan kebutuhan pedagang yang terdaftar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *